Kementerian UMKM dan TikTok Shop Buka Pasar Digital UMKM

Kementerian UMKM dan TikTok Shop Perluas Pasar Digital UMKM Terdampak Bencana

Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menggandeng TikTok Shop by Tokopedia untuk membantu pemulihan usaha masyarakat terdampak bencana di Sumatera.

Kolaborasi tersebut menghadirkan landing page UMKM Sumatera Bangkit sebagai kanal pemasaran digital. Fasilitas ini ditujukan bagi UMKM dari Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang membutuhkan akses pasar setelah bencana.

Baca Juga “Pegadaian Dorong UMKM Jangkau Pasar Lebih Luas melalui Program Gemilang“

Program tersebut diperkenalkan melalui kegiatan Klinik UMKM Bangkit di Aula Kantor Bupati Pidie Jaya pada Kamis (17/9). Sosialisasi serupa berlangsung secara bersamaan di Aceh Utara dan Aceh Tamiang.

Landing Page Bantu UMKM Jangkau Konsumen Lebih Luas

Asisten Deputi Pemasaran dan Digitalisasi Usaha Mikro Kementerian UMKM Ari Anindya mengatakan digitalisasi menjadi salah satu bagian dari strategi pemulihan usaha.

Menurut Ari, pelaku UMKM membutuhkan saluran pemasaran yang dapat mempertemukan produk lokal dengan konsumen di luar wilayah terdampak.

“Landing page ini memfasilitasi akses pemasaran dan digitalisasi agar UMKM lebih mudah mengenalkan produk dan mendapat akses pasar seluas-luasnya pascabencana,” ujar Ari.

Kementerian UMKM menilai kanal digital dapat membantu pelaku usaha mempertahankan aktivitas penjualan ketika kondisi pascabencana membatasi pemasaran secara langsung.

Pendekatan tersebut juga memberi kesempatan bagi produk lokal untuk menjangkau konsumen di wilayah yang lebih luas.

Ribuan UMKM Sudah Bergabung dalam Program

Hingga 26 Agustus 2026, sebanyak 4.425 UMKM terdampak bencana telah tercatat bergabung dalam landing page UMKM Sumatera Bangkit.

Program tersebut juga telah menampilkan 2.128 produk lokal. Data yang disampaikan Kementerian UMKM mencatat aktivitas transaksi mencapai 40,63 juta dengan nilai lebih dari Rp32 juta.

Angka tersebut menjadi gambaran awal pemanfaatan kanal digital dalam mendukung pemasaran produk UMKM terdampak bencana.

Kementerian UMKM berharap semakin banyak pelaku usaha memanfaatkan fasilitas tersebut untuk mempertahankan penjualan sekaligus memperluas basis konsumen.

Ari mengajak pelaku UMKM tidak ragu masuk ke ekosistem perdagangan digital.

“Karena itu, UMKM terdampak bencana harus berani masuk ekosistem digital dan e-commerce untuk memperluas pasar. Konsumen kini semakin mengandalkan belanja daring,” kata Ari.

Pendampingan Digital Menjangkau Sejumlah Daerah

Program pendampingan tidak hanya berlangsung di Pidie Jaya. Sebelumnya, kegiatan serupa telah dilakukan di Banda Aceh, Medan, Padang, dan Pidie pada 10 September 2026.

Kementerian UMKM juga menjadwalkan pendampingan di Tapanuli Tengah pada 22 September 2026.

Rangkaian kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada pelaku usaha untuk memahami cara menggunakan platform digital. Materi pendampingan mencakup pembuatan akun marketplace hingga strategi promosi produk.

Education Specialist Tokopedia dan TikTok Shop Surya Sastriando turut memberikan edukasi kepada peserta. Materi mencakup proses bergabung dengan landing page dan pemanfaatan kampanye Beli Lokal.

Pendampingan juga membahas strategi promosi untuk membantu pelaku usaha menarik perhatian konsumen secara digital.

UMKM Wajib Memenuhi Sejumlah Persyaratan

Pelaku usaha dari tiga provinsi terdampak dapat mengikuti program UMKM Sumatera Bangkit. Namun, terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi sebelum produk masuk ke kanal tersebut.

Produk yang dipasarkan harus merupakan produk lokal. Pelaku usaha juga perlu memastikan proses produksinya berasal dari wilayah usaha yang memenuhi ketentuan program.

Selain itu, pemilik usaha harus memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dan akun marketplace aktif.

Peserta juga diwajibkan terdaftar dalam aplikasi SAPA UMKM. Sistem tersebut digunakan Kementerian UMKM untuk memantau perkembangan usaha peserta secara berkala.

Untuk bergabung, pelaku usaha membuat akun penjual di Tokopedia atau TikTok Shop. Setelah itu, pemilik usaha mengisi formulir pendaftaran yang disediakan platform.

Persyaratan tersebut dirancang agar data UMKM peserta dapat terhubung dengan sistem pendampingan pemerintah. Integrasi ini juga membantu pemantauan proses pemulihan usaha setelah bencana.

Pelaku Usaha Mulai Melihat Manfaat Pemasaran Digital

Program pendampingan mendapat respons dari pelaku UMKM yang mengikuti kegiatan di Pidie Jaya.

Jarjani, pelaku usaha garam dari Desa Lancang Paru, menjadi salah satu peserta yang memanfaatkan pendampingan. Ia menilai dukungan tersebut membantu proses pemulihan usaha setelah terdampak bencana.

Pengalaman serupa disampaikan Bagas Pradipta, pemilik usaha kopi di Desa Meureuduyang. Menurut Bagas, materi pemasaran digital memberikan pengetahuan baru mengenai cara memperluas jangkauan produk.

“Lewat sosialisasi ini, saya jadi bisa mendapatkan wawasan tentang cara pemasaran produk yang lebih luas,” ujar Bagas.

Sementara itu, Khairunisa, penjual risol sayur dari Blang Cut, Pidie Jaya, melihat landing page tersebut sebagai tambahan kanal penjualan.

Menurutnya, akses pemasaran digital dapat membantu produknya menjangkau pembeli yang lebih luas. Kanal tersebut juga diharapkan mendukung keberlangsungan penjualan dan membantu menjaga harga produk sesuai kondisi pasar.

Klinik UMKM Bangkit Berikan Pendampingan Lebih Luas

Dukungan pemerintah tidak hanya berfokus pada pemasaran. Kementerian UMKM juga mengoperasikan Klinik UMKM Bangkit di tiga provinsi yang terdampak bencana.

Klinik tersebut memberikan pendampingan dalam sejumlah aspek usaha. Fokusnya mencakup pembiayaan, pemasaran, produksi, dan upaya mengembalikan kegiatan bisnis ke kondisi normal.

Setiap klinik diperkuat tiga tenaga pendamping. Mereka membantu pelaku usaha mengakses relaksasi pinjaman dan memenuhi kebutuhan modal.

Pendamping juga membantu UMKM yang masih berproduksi memperoleh akses pasar. Sementara bagi usaha yang berhenti berproduksi akibat bencana, pendamping menyiapkan alternatif solusi sesuai kondisi masing-masing.

Model pendampingan tersebut menunjukkan bahwa pemulihan UMKM membutuhkan dukungan yang lebih luas daripada sekadar membuka kanal penjualan.

Pemerintah Daerah Ikut Mendukung Pemulihan UMKM

Pemerintah Aceh turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Klinik UMKM Bangkit. Pemerintah daerah menyatakan kesiapan berkontribusi dalam berbagai program pemulihan ekonomi bagi pelaku usaha terdampak bencana.

Kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi penting karena kondisi UMKM berbeda di setiap wilayah. Pemulihan produksi, distribusi, pembiayaan, dan pemasaran membutuhkan penanganan yang disesuaikan dengan kondisi setempat.

Kehadiran platform digital kemudian melengkapi dukungan tersebut dari sisi pemasaran. Produk yang sudah kembali diproduksi dapat diperkenalkan kepada konsumen melalui kanal digital.

Dengan demikian, pemulihan usaha dapat berjalan melalui beberapa jalur secara bersamaan. Pelaku usaha mendapat pendampingan untuk memperbaiki kapasitas produksi sekaligus memperoleh peluang menjual produknya melalui pasar digital.

Pasar Digital Jadi Bagian dari Pemulihan Ekonomi

Kementerian UMKM menempatkan digitalisasi sebagai salah satu instrumen untuk membantu UMKM bangkit setelah bencana.

Landing page UMKM Sumatera Bangkit memberikan ruang bagi produk lokal dari wilayah terdampak untuk ditemukan konsumen. Sementara Klinik UMKM Bangkit menyediakan pendampingan untuk aspek usaha yang lebih luas.

Keberhasilan program ke depan tidak hanya dapat dilihat dari jumlah UMKM yang terdaftar. Pertumbuhan transaksi, keberlanjutan produksi, peningkatan pendapatan, dan perluasan konsumen juga menjadi indikator penting.

Kolaborasi dengan platform digital dapat memberikan manfaat lebih besar apabila dibarengi pendampingan yang berkelanjutan. Pelaku UMKM juga perlu meningkatkan kemampuan mengelola toko daring, membuat promosi, dan menjaga kualitas produk.

Ari menegaskan fasilitas tersebut perlu dimanfaatkan secara optimal oleh pelaku usaha terdampak bencana.

“Klinik UMKM Bangkit harus dimanfaatkan sebaik-baiknya dan semaksimal mungkin agar UMKM kembali pulih. Sementara fasilitas landing page akan memperluas jangkauan pembelian produk-produk UMKM yang terdampak bencana,” kata Ari.

Ke depan, sinergi pemerintah, pemerintah daerah, dan platform digital diharapkan dapat membantu menghidupkan kembali aktivitas ekonomi di wilayah terdampak. Akses pasar yang lebih luas menjadi salah satu fondasi agar UMKM dapat kembali berproduksi dan menjaga keberlanjutan usahanya.

Baca Juga “Pegadaian dorong UMKM naik kelas lewat Program GEMILANG“

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *