Pemprov Sumut Dorong Pendawa Indonesia Dukung UMKM

Pemprov Sumut Dorong Pendawa Indonesia Perkuat UMKM

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) mendorong Persatuan Pemuda Jawa (Pendawa) Indonesia untuk terus mengambil bagian dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat. Salah satu kontribusi yang dinilai dapat diperkuat adalah pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Baca Juga “Kenaikan Suhu 1 Derajat Celsius Bisa Pangkas Pendapatan UMKM hingga 14 Persen“

Pejabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Timur Tumanggor menyampaikan hal tersebut seusai menghadiri perayaan Harmoni Milad ke-27 Pendawa Indonesia di Kantor Gubernur Sumut, Ahad.

Menurut Timur, keterlibatan organisasi kemasyarakatan dapat membantu memperluas program pemberdayaan ekonomi hingga tingkat masyarakat. Kolaborasi tersebut dinilai penting karena UMKM memiliki peran besar dalam aktivitas ekonomi daerah.

Pendawa Indonesia Diminta Aktif Mengembangkan UMKM

Timur mengatakan Pendawa Indonesia dapat berkontribusi melalui berbagai program yang mendorong masyarakat mengembangkan usaha. Pendekatan tersebut dapat dilakukan melalui pendampingan, pembinaan, maupun kegiatan yang memperluas akses pelaku UMKM terhadap peluang ekonomi.

Pemprov Sumut, lanjut Timur, memberikan dukungan terhadap penguatan ekonomi lokal. Pemerintah daerah juga berupaya menghadirkan kemudahan bagi pelaku UMKM agar dapat meningkatkan kapasitas dan daya saing usahanya.

Salah satu bentuk dukungan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut adalah fasilitasi sertifikat halal secara gratis bagi pelaku UMKM.

Timur menyebut Gubernur Sumut menyampaikan rencana penyediaan 10.000 sertifikat halal tanpa biaya bagi pelaku UMKM. Fasilitas tersebut diharapkan membantu usaha lokal memenuhi salah satu kebutuhan penting dalam pengembangan pasar.

“Kontribusi ini bisa diwujudkan dengan mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan UMKM,” ujar Timur.

Sumut Memiliki Sekitar 1,4 Juta Unit UMKM

Besarnya potensi UMKM menjadi salah satu alasan pemberdayaan ekonomi lokal mendapat perhatian pemerintah daerah. Berdasarkan data Dinas Koperasi, Usaha, Kecil, dan Menengah Provinsi Sumut 2025, terdapat sekitar 1,4 juta unit UMKM di Sumatera Utara.

Dari jumlah tersebut, sekitar 98,9 persen merupakan pelaku usaha mikro dan kecil. Data tersebut menunjukkan bahwa kelompok usaha berskala kecil mendominasi struktur UMKM di provinsi tersebut.

Besarnya jumlah pelaku usaha membuat dukungan terhadap UMKM tidak hanya berkaitan dengan akses permodalan. Pelaku usaha juga membutuhkan pendampingan, legalitas, sertifikasi, pemasaran, dan peningkatan kemampuan pengelolaan bisnis.

Sertifikasi halal menjadi salah satu aspek yang dapat membantu pelaku usaha memperkuat kepercayaan konsumen. Dokumen tersebut juga relevan bagi pelaku usaha yang ingin memperluas pemasaran produknya.

Organisasi Kemasyarakatan Didorong Perluas Kolaborasi

Timur menilai perjalanan 27 tahun Pendawa Indonesia menunjukkan keberadaan organisasi tersebut telah berlangsung cukup panjang. Pengalaman organisasi dapat menjadi modal untuk memperkuat komunikasi dan partisipasi masyarakat.

Menurut dia, organisasi kemasyarakatan memiliki ruang untuk menjadi penghubung antara masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan. Peran tersebut dapat diwujudkan melalui kegiatan yang menjawab kebutuhan masyarakat di lingkungan masing-masing.

“Selain itu, mempercepat lahirnya berbagai kegiatan yang memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar,” kata Timur.

Ia menambahkan bahwa pembangunan Sumatera Utara membutuhkan keterlibatan berbagai unsur masyarakat. Pemerintah tidak dapat menjalankan seluruh agenda pembangunan tanpa dukungan kelompok masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya.

Kolaborasi tersebut dapat melibatkan organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, akademisi, tokoh agama, tokoh adat, serta masyarakat secara luas. Sinergi antarunsur tersebut diharapkan menghasilkan program yang lebih sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

UMKM Pendawa Sumut Disiapkan untuk Membina Pelaku Usaha

Ketua Umum Pengurus Besar Pendawa Indonesia Ruslan mengatakan organisasinya memiliki sejumlah lembaga sayap. Salah satunya adalah UMKM Pendawa Sumut yang diarahkan untuk mendukung pelaku usaha kecil di wilayah Sumatera Utara.

Lembaga tersebut dibentuk dengan tujuan membina dan mendampingi pelaku usaha. Pendampingan diharapkan dapat membantu meningkatkan kapasitas sekaligus mendukung kesejahteraan anggota dan masyarakat yang terlibat dalam kegiatan UMKM.

Keberadaan wadah khusus UMKM memberikan ruang bagi organisasi untuk mengembangkan program ekonomi secara lebih terarah. Program tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan pelaku usaha di berbagai daerah.

Penguatan UMKM juga dapat menjadi bagian dari agenda kegiatan sosial Pendawa Indonesia. Pendekatan tersebut memungkinkan kegiatan organisasi tidak hanya berfokus pada hubungan antaranggota, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat.

Pendawa Indonesia Perkuat Aksi Sosial dan Pemberdayaan Ekonomi

Ruslan mengingatkan seluruh anggota Pendawa Indonesia untuk menjaga kebersamaan dan saling mengayomi. Ia juga mendorong organisasi membangun hubungan yang harmonis dengan berbagai institusi.

Kerja sama tersebut mencakup unsur TNI, Polri, dan instansi pemerintahan. Menurutnya, hubungan yang baik dengan berbagai pihak dapat mendukung pelaksanaan kegiatan organisasi di tengah masyarakat.

“Pendawa Indonesia terus memperkuat posisinya sebagai organisasi kemasyarakatan fokus pada aksi sosial, pelestarian budaya, serta pemberdayaan ekonomi komunitas,” tutur Ruslan.

Arah tersebut menempatkan pemberdayaan ekonomi sebagai salah satu bagian dari aktivitas organisasi. UMKM Pendawa Sumut dapat menjadi salah satu wadah untuk menerjemahkan komitmen tersebut ke dalam program yang menyentuh pelaku usaha.

Kolaborasi Pemerintah dan Organisasi Dapat Perkuat UMKM

Dorongan Pemprov Sumut kepada Pendawa Indonesia memperlihatkan pentingnya keterlibatan organisasi masyarakat dalam pengembangan ekonomi lokal. Dengan jumlah UMKM yang mencapai sekitar 1,4 juta unit, kebutuhan terhadap pendampingan dan penguatan kapasitas pelaku usaha cukup besar.

Fasilitasi sertifikasi halal menjadi salah satu bentuk dukungan yang dapat membantu UMKM meningkatkan kelengkapan usahanya. Di sisi lain, organisasi masyarakat dapat berperan dalam menjangkau pelaku usaha dan menghubungkan mereka dengan program yang tersedia.

Ke depan, kolaborasi tersebut dapat diarahkan pada pendampingan yang lebih berkelanjutan. Pelatihan digital, penguatan merek, akses pasar, pengelolaan keuangan, legalitas, dan peningkatan kualitas produk dapat menjadi bagian dari pengembangan UMKM.

Pendawa Indonesia juga memiliki ruang untuk memperluas program melalui UMKM Pendawa Sumut. Dengan koordinasi yang baik bersama pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya, program pemberdayaan dapat diarahkan agar semakin dekat dengan kebutuhan pelaku usaha.

Penguatan UMKM pada akhirnya membutuhkan kerja bersama. Pemerintah menyediakan kebijakan dan fasilitas, sedangkan organisasi masyarakat dapat membantu memperluas jangkauan pemberdayaan kepada komunitas di berbagai wilayah Sumatera Utara.

Baca Juga “Transaksi Digital Melesat, Tapi UMKM Minim Cuan! Ini Penyebabnya“

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *