Penyaluran KUR Capai Rp159,8 Triliun untuk UMKM

Penyaluran KUR Capai Rp159,8 Triliun Dan Jangkau 2,5 Juta Debitur UMKM

Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mencatat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga 12 Juli 2026 telah mencapai Rp159,8 triliun. Nilai tersebut setara dengan 54,2 persen dari target nasional penyaluran KUR tahun 2026 sebesar Rp295 triliun.

Baca Juga “Bondowoso Kejar Sertifikasi Halal UMKM, Kuota Gratis Nasional Masih 114 Ribu“

Program pembiayaan tersebut telah menjangkau sekitar 2,5 juta debitur UMKM di berbagai sektor usaha. Pemerintah menilai capaian ini menunjukkan peningkatan akses permodalan bagi pelaku usaha kecil sekaligus memperkuat upaya mendorong UMKM naik kelas.

Realisasi KUR Dorong Pertumbuhan Debitur Baru Dan UMKM Naik Kelas

Sekretaris Kementerian UMKM Loto Srinaita Ginting menyampaikan bahwa sebagian besar penerima KUR merupakan pelaku usaha baru yang mendapatkan akses pembiayaan formal. Dari total penerima, sebanyak 1,1 juta debitur tercatat sebagai debitur baru.

Jumlah tersebut mencapai 83,5 persen dari target debitur baru KUR tahun 2026. Selain itu, pemerintah mencatat sebanyak 511.208 debitur telah mengalami graduasi atau peningkatan kapasitas usaha melalui program pembiayaan tersebut.

“Dari jumlah tersebut, 1,1 juta merupakan debitur baru atau 83,5 persen dari target tahun ini. Sementara debitur graduasi mencapai 511.208 debitur atau 46,2 persen dari target,” ujar Loto dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VII DPR RI di Jakarta.

Peningkatan jumlah debitur baru menjadi salah satu indikator bahwa akses pembiayaan UMKM semakin terbuka. Pemerintah berharap penerima KUR dapat memanfaatkan modal usaha secara produktif untuk meningkatkan skala bisnis.

Penyaluran KUR Sektor Produksi Hampir Mencapai Target Pemerintah

Selain memperluas jumlah penerima, pemerintah juga mendorong penyaluran KUR ke sektor produksi. Hingga pertengahan Juli 2026, penyaluran KUR sektor produksi telah mencapai Rp103,2 triliun.

Nilai tersebut setara dengan 64,6 persen dari target sektor produksi. Pemerintah menargetkan porsi penyaluran KUR untuk sektor produksi mencapai 65 persen dari total penyaluran tahun ini.

“Kami harapkan bisa melewati angka target 65 persen,” kata Loto.

Pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap sektor produksi karena memiliki peran penting dalam menciptakan nilai tambah ekonomi. Pembiayaan kepada sektor ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi, memperkuat rantai pasok, dan menciptakan lapangan kerja.

KUR sendiri merupakan program pembiayaan bersubsidi pemerintah yang bertujuan memperluas akses modal bagi UMKM. Program ini memberikan kesempatan kepada pelaku usaha untuk memperoleh pinjaman dengan plafon hingga Rp500 juta sesuai ketentuan yang berlaku.

Pemerintah Targetkan Penambahan Debitur Baru Melalui Program KUR

Pada 2026, pemerintah menetapkan target penyaluran KUR sebesar Rp295 triliun. Dari jumlah tersebut, sebanyak 65 persen diarahkan untuk mendukung sektor produksi.

Selain target penyaluran dana, pemerintah juga menargetkan penambahan 1,3 juta debitur baru serta 1,1 juta debitur graduasi melalui program KUR. Target tersebut menjadi bagian dari strategi memperkuat ekosistem pembiayaan UMKM.

Melalui proses graduasi, pemerintah mendorong UMKM penerima pembiayaan agar mampu berkembang dari usaha kecil menjadi usaha yang lebih mandiri. Pelaku usaha yang semakin kuat diharapkan dapat mengakses pembiayaan komersial dengan kapasitas yang lebih besar.

Program Pembiayaan Alternatif Perkuat Akses Modal UMKM

Selain KUR, Kementerian UMKM menjalankan sejumlah program alternatif untuk memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha. Salah satunya adalah Accelerating Capital Resources for Medium Enterprises (ACCESS).

Melalui program ACCESS, pemerintah telah memfasilitasi pembiayaan kepada 56 usaha menengah hingga 2025. Total pembiayaan yang tersalurkan mencapai Rp53,3 miliar melalui delapan lembaga keuangan mitra.

Kementerian UMKM juga menjalankan program Bisnis Layak Funding (BISLAF) untuk membantu UMKM memperoleh akses pendanaan. Program yang diinisiasi Deputi Bidang Usaha Kecil tersebut telah mendampingi 200 UMKM dengan pembiayaan senilai Rp13,65 miliar melalui kerja sama dengan Inotek sebagai mitra kolaborator.

Selain penguatan akses modal, pemerintah memberikan pendampingan pembiayaan yang mendukung program perumahan rakyat. Program ini memiliki target menjangkau 300 UMKM agar semakin siap mengembangkan usaha.

Hingga triwulan I 2026, sebanyak 16 UMKM telah lolos proses kurasi. Dua UMKM juga telah menyelesaikan pendampingan digitalisasi manajemen keuangan untuk meningkatkan tata kelola usaha.

Penguatan Pembiayaan Jadi Strategi Dorong UMKM Lebih Kompetitif

Capaian penyaluran KUR hingga Juli 2026 menunjukkan upaya pemerintah dalam memperluas inklusi keuangan bagi UMKM. Namun, peningkatan pembiayaan tetap perlu diikuti dengan pendampingan usaha agar modal yang diterima dapat memberikan dampak optimal.

Melalui kombinasi program KUR, pembiayaan alternatif, dan penguatan kapasitas usaha, pemerintah berharap semakin banyak UMKM mampu berkembang secara berkelanjutan.

Dengan akses modal yang lebih luas serta dukungan digitalisasi dan manajemen usaha, UMKM diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, memperluas pasar, dan menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca Juga “Legalitas Usaha dan Sertifikasi Halal Jadi Modal UMKM Perluas Pasar“

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *