Pemkot Cilegon dan OJK Banten Dorong Literasi Keuangan UMKM
Pemkot Cilegon Perkuat Literasi Keuangan untuk UMKM
Pemerintah Kota Cilegon bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Banten memperkuat edukasi keuangan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Langkah ini diarahkan untuk meningkatkan kemampuan pelaku usaha dalam mengelola keuangan dan mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.
Edukasi tersebut berlangsung dalam rangka Kick Off Bulan Literasi Keuangan Provinsi Banten 2025. Kegiatan mengangkat tema “Keuangan Sehat, UMKM Berdaya Saing dan Tumbuh Berkelanjutan” di Aula Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kota Cilegon, Rabu, 28 Mei 2025.
Baca Juga “Ramaikan KKI 2026, BI Banten boyong UMKM unggulan“
Sekretaris Daerah Kota Cilegon Maman Mauludin hadir dalam kegiatan tersebut. Ia mengapresiasi OJK Banten yang memperluas edukasi keuangan kepada masyarakat, khususnya pelaku UMKM.
Literasi Keuangan Dinilai Penting bagi Daya Saing UMKM
Maman menilai literasi keuangan memiliki peran strategis dalam memperkuat daya saing UMKM. Menurutnya, pemahaman finansial yang baik dapat membantu pelaku usaha mengambil keputusan secara lebih terukur.
“Kegiatan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan literasi keuangan, tetapi juga menjadi upaya konkret untuk memperkuat daya saing UMKM serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Maman.
Ia berharap edukasi tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat. Menurut Maman, pemahaman mengenai pengelolaan keuangan perlu berkembang menjadi kebiasaan dalam aktivitas usaha dan kehidupan sehari-hari.
Pengelolaan Keuangan Sehat Jadi Fondasi Usaha
Pengelolaan keuangan menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga keberlangsungan UMKM. Pelaku usaha perlu memahami arus kas, mengatur pengeluaran, merencanakan kebutuhan modal, serta mempertimbangkan risiko sebelum mengambil keputusan finansial.
Literasi keuangan juga berkaitan dengan kemampuan memilih produk dan layanan keuangan sesuai kebutuhan. Pemahaman tersebut dapat membantu pelaku usaha menghindari keputusan finansial yang tidak sesuai dengan kemampuan bisnis.
UMKM Perlu Memahami Risiko dan Perencanaan Keuangan
Maman menekankan bahwa literasi keuangan tidak sekadar kemampuan melakukan perhitungan. Pelaku UMKM juga perlu memahami pengelolaan risiko dan perencanaan keuangan.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi awal dari gerakan bersama dalam membangun masyarakat yang cerdas secara finansial,” katanya.
Menurutnya, budaya pengelolaan keuangan yang baik dapat mendukung terbentuknya UMKM yang lebih tangguh dan mandiri. Kemampuan tersebut juga dapat membantu pelaku usaha mempersiapkan bisnis menghadapi perubahan kondisi ekonomi.
OJK Banten dan Pemkot Cilegon Perluas Edukasi Keuangan
Kepala Kantor OJK Provinsi Banten Adi Dharma mengatakan kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara OJK dan Pemerintah Kota Cilegon. Kerja sama itu menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan edukasi keuangan di Banten.
“Kerja sama ini merupakan bentuk sinergi dalam mendukung peningkatan literasi keuangan di Provinsi Banten,” ujar Adi Dharma.
Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Cilegon dalam pelaksanaan program edukasi. Kolaborasi antara regulator dan pemerintah daerah dinilai penting untuk menjangkau masyarakat dengan kebutuhan edukasi keuangan yang beragam.
Edukasi Diharapkan Menjangkau Lebih Banyak Pelaku Usaha
Program literasi keuangan dapat memberikan manfaat lebih besar apabila materi edukasi disesuaikan dengan kebutuhan pelaku UMKM. Materi praktis mengenai pencatatan keuangan, perencanaan modal, pengelolaan risiko, dan pemilihan layanan keuangan dapat membantu penerapannya di lapangan.
Pendekatan tersebut juga dapat mendorong pelaku usaha memahami kondisi bisnis berdasarkan data keuangan. Dengan pencatatan yang lebih tertib, pemilik UMKM dapat mengevaluasi pemasukan, pengeluaran, dan kebutuhan pengembangan usaha secara lebih sistematis.
Sinergi Pemkot Cilegon dan OJK Banten Berlanjut
Kegiatan Bulan Literasi Keuangan Provinsi Banten 2025 memperlihatkan pentingnya kolaborasi dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan. Pemerintah daerah dapat membantu menjangkau pelaku usaha, sementara OJK memiliki peran dalam memberikan edukasi mengenai sektor jasa keuangan.
Sejumlah pejabat turut menghadiri kegiatan tersebut. Mereka antara lain Kepala Kantor OJK Jabodebek Edwin Nurhadi, Plt. Asisten Daerah I Kota Cilegon Aziz Setia Ade Putra, serta Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Cilegon Didin S. Maulana.
Ke depan, penguatan literasi keuangan perlu berjalan secara konsisten agar pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam aktivitas usaha. Pendampingan berkelanjutan juga dapat membantu UMKM mengubah pemahaman finansial menjadi praktik pengelolaan bisnis yang lebih sehat.
Dengan pengelolaan keuangan yang semakin baik, UMKM di Cilegon diharapkan mampu meningkatkan ketahanan usaha dan memperluas peluang pertumbuhan. Sinergi antara Pemkot Cilegon, OJK Banten, dan pemangku kepentingan lain menjadi salah satu fondasi untuk mendukung tujuan tersebut.
Baca Juga “Pembiayaan Pindar ke UMKM Meningkat, Kebutuhan Pengembangan Usaha Ikut Melesat“