AI Dorong UMKM Naik Kelas di Tarakan
Pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) menjadi salah satu peluang bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan daya saing. Teknologi ini dapat membantu pelaku usaha mengembangkan pemasaran, mengelola pekerjaan, serta memahami kebutuhan pelanggan.
Topik tersebut menjadi pembahasan dalam program Dialog Sapa Kaltara bertajuk “Kecerdasan Buatan (AI) Dorong UMKM Naik Kelas”. RRI Tarakan menyiarkan program tersebut melalui kanal YouTube RRI Tarakan Official pada Kamis, 20 Agustus 2026.
Dialog Sapa Kaltara Bahas Peluang AI bagi UMKM
Program tersebut dipandu oleh host Chris dan menghadirkan tiga narasumber dari latar belakang pemerintahan, akademisi ekonomi, serta teknologi informasi.
Baca Juga “Ekonom: Hilirisasi Sawit Buka Peluang UMKM Menembus Pasar Ekspor“
Narasumber pertama adalah Hery Yuliawan, S.E., Pengawas Koperasi Ahli Muda pada Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan. Ia memberikan perspektif mengenai kondisi dan kebutuhan UMKM dari sisi pembinaan serta pengembangan usaha.
Narasumber berikutnya adalah Inang Aria Arifin, S.E., M.Ak., dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Borneo Tarakan. Kehadirannya memberikan perspektif akademis mengenai penerapan teknologi dalam pengembangan usaha.
Sementara itu, Endyk Noviyantono, S.Kom., M.Kom., Ketua STMIK PPKIA Tarakanita Rahmawati, memberikan perspektif mengenai teknologi informasi dan pemanfaatan AI dalam aktivitas bisnis.
AI Buka Peluang Efisiensi dan Pemasaran
Bagi UMKM, penerapan AI dapat diarahkan pada pekerjaan yang bersifat rutin dan membutuhkan waktu. Pelaku usaha dapat memanfaatkan teknologi untuk membantu menyusun materi promosi, mengembangkan ide konten, dan mengolah informasi pelanggan.
Penggunaan AI juga dapat membantu pelaku usaha bekerja lebih efisien. Namun, teknologi sebaiknya digunakan sebagai alat pendukung, bukan pengganti pengambilan keputusan bisnis.
Pelaku UMKM tetap perlu menentukan tujuan usaha, memahami karakter pelanggan, serta memeriksa informasi yang dihasilkan AI. Pendekatan tersebut penting agar penggunaan teknologi tetap sesuai dengan kebutuhan dan karakter bisnis.
Literasi Digital Menjadi Kunci Pemanfaatan AI
Peluang AI perlu diikuti peningkatan literasi digital pelaku UMKM. Kemampuan menggunakan teknologi tanpa memahami risiko dapat menimbulkan masalah, terutama berkaitan dengan akurasi informasi dan perlindungan data.
Pelaku usaha perlu memahami cara memberikan instruksi kepada sistem AI dan mengevaluasi hasilnya. Mereka juga perlu memastikan informasi yang digunakan dalam konten pemasaran tidak menyesatkan pelanggan.
Selain itu, UMKM perlu memperhatikan keamanan data bisnis dan pelanggan. Penggunaan teknologi secara bertanggung jawab dapat membantu meningkatkan manfaat AI sekaligus mengurangi risiko operasional.
Kolaborasi Pemerintah, Kampus, dan Industri Diperlukan
Pengembangan UMKM berbasis teknologi membutuhkan dukungan berbagai pihak. Pemerintah dapat membantu melalui pembinaan dan program literasi, sementara perguruan tinggi dapat memberikan pengetahuan serta pendampingan.
Lembaga pendidikan teknologi juga memiliki peran dalam memperkenalkan penggunaan AI yang sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha. Kolaborasi tersebut dapat membantu UMKM memahami teknologi secara praktis.
Pendekatan kolaboratif juga membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk menguji berbagai solusi digital. Dengan pendampingan yang tepat, teknologi dapat diterapkan secara bertahap sesuai kemampuan dan skala usaha.
AI Dapat Mendukung UMKM Naik Kelas
Pemanfaatan AI memberikan peluang bagi UMKM untuk meningkatkan efisiensi dan memperluas kemampuan bisnis. Teknologi dapat membantu pekerjaan pemasaran, administrasi, analisis informasi, hingga pengembangan ide produk.
Namun, keberhasilan penerapan AI tidak hanya bergantung pada teknologi. Pelaku usaha tetap membutuhkan kemampuan manajemen, pemahaman pasar, kreativitas, serta konsistensi dalam memberikan layanan kepada pelanggan.
Dialog Sapa Kaltara menjadi salah satu ruang untuk memperkenalkan peluang tersebut kepada masyarakat. Ke depan, edukasi dan pendampingan yang berkelanjutan dapat membantu semakin banyak UMKM memanfaatkan AI secara tepat.
Dengan kombinasi literasi digital, kemampuan bisnis, dan pemanfaatan teknologi yang bertanggung jawab, AI berpotensi menjadi salah satu alat untuk membantu UMKM meningkatkan produktivitas dan daya saing.
Baca Juga “Lomba Gerak Jalan Tingkat SD di Asembagus Meriah, Jadi Berkah bagi UMKM“