Disbudpar Libatkan 2.800 UMKM dalam Cianjur Fest 2026
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, melibatkan 2.800 pelaku UMKM dalam Cianjur Fest 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Cianjur ke-349.
Baca Juga “Wamen Nezar: Digitalisasi UMKM Tak Cukup Go Digital, Harus Go Produktif dan Kompetitif“
Disbudpar mencatat aktivitas ekonomi selama pelaksanaan Cianjur Fest mencapai sekitar Rp1,5 miliar. Nilai tersebut berasal dari perkiraan transaksi pengunjung dan belum memasukkan aktivitas ekonomi dari sektor hotel serta restoran.
Cianjur Fest Tarik 150 Ribu Penonton
Kepala Disbudpar Cianjur Yudha Azwar mengatakan sekitar 150 ribu warga dan wisatawan menyaksikan Karnaval Budaya. Acara tersebut menjadi salah satu agenda utama dalam Cianjur Fest 2026.
Karnaval Budaya menempuh rute sepanjang sekitar 4 kilometer. Antusiasme masyarakat membuat kegiatan tersebut menjadi salah satu momentum yang mendorong aktivitas ekonomi di sekitar lokasi acara.
Selain karnaval, penyelenggara menggelar Gema Syiar pada malam hari. Kegiatan tersebut menarik sekitar 15 ribu pengunjung.
“Cianjur Fest 2026 terdiri dua kegiatan utama Karnaval Budaya dan Gema Syiar,” kata Yudha di Cianjur, Senin.
Perputaran Ekonomi Diperkirakan Capai Rp1,5 Miliar
Menurut Yudha, estimasi perputaran uang sebesar Rp1,5 miliar berasal dari asumsi 150 ribu pengunjung yang berbelanja rata-rata Rp10 ribu selama menyaksikan karnaval.
Angka tersebut masih berpotensi lebih besar karena perhitungan belum memasukkan transaksi yang terjadi di hotel dan restoran. Aktivitas wisatawan selama festival dapat memberikan dampak ekonomi lebih luas bagi pelaku usaha lokal.
Tingginya jumlah pengunjung juga membuka peluang bagi UMKM untuk memperkenalkan produk secara langsung. Interaksi dengan wisatawan dapat menjadi sarana promosi sekaligus memperluas pasar produk lokal Cianjur.
Ribuan UMKM Tawarkan Produk Lokal Cianjur
Disbudpar melibatkan UMKM yang menjual berbagai produk dalam Cianjur Fest 2026. Produk tersebut mencakup makanan, oleh-oleh khas daerah, hingga pakaian.
Yudha mengatakan keterlibatan UMKM menjadi bagian dari upaya mendorong perekonomian daerah. Tingginya aktivitas warga dan wisatawan selama festival memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk meningkatkan penjualan.
“Cianjur Fest kali ini juga memperkenalkan berbagai ciri khas dari setiap kecamatan mulai dari kebudayaan, destinasi wisata, hingga kuliner dengan melibatkan langsung pelaku UMKM,” ujar Yudha.
Konsep tersebut membuat festival tidak hanya menjadi pertunjukan budaya. Acara juga berfungsi sebagai ruang promosi bagi potensi ekonomi dan pariwisata dari berbagai wilayah di Cianjur.
Kuda Kosong Jadi Atraksi yang Dinantikan
Selain memberikan ruang bagi UMKM, Cianjur Fest menghadirkan berbagai atraksi budaya. Kuda Kosong menjadi salah satu pertunjukan yang paling menarik perhatian masyarakat.
Yudha mengatakan masyarakat telah memadati lokasi sejak pagi untuk menyaksikan rangkaian karnaval. Berbagai kelompok seni dan budaya khas Cianjur turut memperkuat daya tarik kegiatan.
Kehadiran atraksi budaya tersebut menjadi bagian dari strategi memperkenalkan identitas daerah kepada wisatawan. Festival juga dapat menjadi media untuk menjaga eksistensi seni tradisional di tengah perkembangan pariwisata.
Penjualan UMKM Meningkat Selama Festival
Pelaku UMKM yang mengikuti Cianjur Fest merasakan peningkatan penjualan selama kegiatan berlangsung. Produk makanan dan oleh-oleh khas Cianjur menjadi salah satu kategori yang mendapat permintaan tinggi.
Salah satu pelaku UMKM makanan dan oleh-oleh khas Cianjur, Awer (46), mengatakan pendapatannya meningkat selama festival.
“Selama satu hari Cianjur Fest penghasilan yang kami dapatkan meningkat dua kali lipat,” kata Awer.
Menurutnya, pendapatan yang biasanya berkisar Rp100 ribu hingga Rp200 ribu per hari meningkat menjadi sekitar Rp300 ribu hingga Rp600 ribu selama Cianjur Fest.
Kenaikan tersebut menunjukkan bahwa festival dengan jumlah pengunjung besar dapat membuka peluang transaksi langsung bagi UMKM. Namun, dampak ekonomi jangka panjang juga bergantung pada kemampuan pelaku usaha mempertahankan pelanggan setelah acara berakhir.
Cianjur Fest Jadi Agenda Promosi Wisata
Cianjur Fest merupakan agenda tahunan Pemerintah Kabupaten Cianjur yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Cianjur dan peringatan HUT Kemerdekaan RI.
Disbudpar menilai kegiatan tahunan tersebut dapat membantu meningkatkan kunjungan wisatawan dari luar daerah. Promosi budaya, destinasi wisata, kuliner, dan produk UMKM menjadi satu rangkaian dalam kegiatan festival.
Pada 2026, Cianjur Fest digelar dalam dua sesi, yaitu kegiatan pagi melalui Karnaval Budaya dan acara malam melalui Gema Syiar. Format tersebut memberikan kesempatan bagi masyarakat dan wisatawan menikmati berbagai kegiatan sepanjang hari.
Festival Dorong Sinergi Pariwisata dan UMKM
Keterlibatan 2.800 UMKM memperlihatkan upaya menghubungkan sektor pariwisata dengan ekonomi lokal. Pengunjung yang datang untuk menikmati budaya juga menjadi calon konsumen bagi produk usaha masyarakat.
Ke depan, penyelenggaraan festival dapat memberikan dampak yang lebih luas apabila promosi destinasi, UMKM, akomodasi, dan kuliner dilakukan secara terintegrasi.
Dengan jumlah pengunjung yang besar dan transaksi yang meningkat, Cianjur Fest 2026 menjadi momentum bagi UMKM untuk memperluas pasar. Bagi pemerintah daerah, kegiatan tersebut juga dapat menjadi instrumen promosi budaya sekaligus penggerak ekonomi pariwisata Cianjur.
Baca Juga “Mahasiswa KKN UNP Dorong UMKM Sikakap Masuk Pasar Digital“