Puti Guntur Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Branding

Puti Guntur Dorong UMKM Naik Kelas Melalui Penguatan Branding dan Digitalisasi

Anggota Komisi X DPR RI Puti Guntur Soekarno menekankan pentingnya penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai pilar ekonomi nasional. Dalam kegiatan pelatihan strategi branding di Surabaya, ia mendorong pelaku UMKM untuk meningkatkan daya saing melalui identitas merek dan pemanfaatan teknologi digital.

Baca Juga “Wali Kota Kota Cilegon Lantik Pengurus UMKM Juare“

Menurutnya, di tengah ketidakpastian ekonomi global, UMKM memiliki peran strategis dalam menjaga perputaran ekonomi, khususnya di tingkat masyarakat menengah ke bawah dan pedesaan.

Peran UMKM sebagai Penopang Ekonomi Nasional

Puti menilai ketangguhan UMKM telah terbukti dalam berbagai krisis, termasuk saat pandemi COVID-19. Ketika sektor formal mengalami tekanan, aktivitas ekonomi tetap berjalan melalui usaha kecil yang tersebar di berbagai daerah.

“UMKM menjadi penopang utama saat kondisi sulit. Ini yang harus kita jaga dan perkuat,” ujarnya.

Data Kementerian Koperasi dan UKM menunjukkan bahwa UMKM menyumbang lebih dari 60 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia. Hal ini menegaskan posisi strategis sektor tersebut dalam perekonomian nasional.

Tantangan UMKM di Tengah Tekanan Global

Meski memiliki peran penting, UMKM menghadapi berbagai tantangan. Kenaikan harga bahan baku dan energi menjadi salah satu hambatan utama dalam menjaga keberlanjutan usaha.

Puti menekankan bahwa pelaku UMKM tidak dapat berjalan sendiri menghadapi kondisi tersebut. Ia menilai diperlukan dukungan kebijakan yang kuat dari pemerintah agar sektor ini tetap bertahan.

“Harus ada intervensi nyata. UMKM tidak bisa dibiarkan menghadapi tekanan ekonomi sendiri,” katanya.

Branding dan Digital Marketing Jadi Kunci Naik Kelas

Selain dukungan kebijakan, peningkatan kapasitas pelaku UMKM juga menjadi fokus utama. Puti menyoroti pentingnya branding, pemasaran digital, dan inovasi produk sebagai langkah untuk meningkatkan daya saing.

Ia menilai masih banyak pelaku UMKM yang mengandalkan metode pemasaran konvensional. Padahal, teknologi digital membuka peluang untuk menjangkau pasar yang lebih luas dengan biaya lebih efisien.

“Dengan digital marketing, UMKM bisa naik kelas dan menembus pasar yang lebih besar,” ujarnya.

Perspektif BRIN: Branding Lebih dari Sekadar Logo

Pandangan tersebut diperkuat oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional melalui analis kebijakan, Veni Robiatul Adawiyah. Ia menekankan bahwa tantangan UMKM tidak hanya pada produksi, tetapi juga kemampuan memahami pasar.

“Branding bukan sekadar logo, tetapi alasan mengapa konsumen memilih produk,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan produk sangat bergantung pada relevansinya dengan kebutuhan konsumen. Produk yang berkualitas tinggi tetap membutuhkan strategi pemasaran yang tepat agar dapat bersaing.

Pentingnya Adaptasi terhadap Kebutuhan Pasar

Dalam era persaingan yang semakin ketat, UMKM dituntut untuk lebih adaptif. Kemampuan membaca tren pasar dan menyesuaikan produk menjadi faktor penentu keberhasilan.

Pelatihan yang dilakukan menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan pemahaman pelaku usaha terhadap strategi pemasaran modern. Dengan pendekatan ini, UMKM diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah produknya.

Prospek Penguatan UMKM ke Depan

Penguatan UMKM melalui branding dan digitalisasi diperkirakan akan menjadi fokus utama dalam pengembangan ekonomi nasional. Dukungan dari pemerintah, lembaga riset, dan sektor swasta menjadi faktor penting dalam mendorong transformasi ini.

Jika dilakukan secara konsisten, UMKM tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang menjadi pelaku usaha yang kompetitif di pasar global.

Kesimpulan

Dorongan Puti Guntur menunjukkan bahwa penguatan UMKM tidak cukup hanya pada aspek produksi. Branding, digital marketing, dan pemahaman pasar menjadi kunci utama untuk naik kelas.

Dengan dukungan kebijakan dan peningkatan kapasitas, UMKM memiliki peluang besar untuk memperluas pasar dan meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian nasional.

Baca Juga “Kepercayaan Tim Jadi Kunci Bisnis UMKM Bertahan dan Tumbuh“

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *