Bisnis Waralaba Bernilai Rp143 Triliun, Anak Muda Jadi Motor Pertumbuhan
Bisnis waralaba di Indonesia terus menunjukkan prospek yang menjanjikan. Nilai industri ini telah melampaui Rp143 triliun dan semakin menarik minat generasi muda untuk memulai usaha. Tren tersebut didorong oleh meningkatnya jumlah lulusan perguruan tinggi yang memilih menjadi wirausahawan dibandingkan bekerja sebagai karyawan.
Ketua Perhimpunan Waralaba & Lisensi Indonesia (WALI), Levita Ginting Supit, mengatakan pelaku usaha muda kini memiliki kreativitas tinggi dan mampu beradaptasi dengan perubahan tren pasar. Menurutnya, karakter tersebut menjadi salah satu faktor yang memperkuat pertumbuhan industri waralaba nasional.
“Dengan dorongan inovasi, bisnis waralaba di Indonesia kini bernilai lebih dari Rp143 triliun dan terus bertumbuh. Bahkan, semakin banyak merek lokal yang siap memperluas pasar hingga ke tingkat internasional,” ujar Levita dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (26/6/2026).
baca juga”Aturan Baru Pajak Marketplace Gabungkan Omzet Penjual“
Industri Waralaba Terus Bertumbuh dan Didukung Pameran Bisnis
Potensi industri waralaba akan kembali ditampilkan melalui Franchise & License Expo Indonesia (FLEI Business Show) ke-27 yang dijadwalkan berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 di Nusantara International Convention & Exhibition (NICE) PIK 2.
Pameran tahun ini hadir dengan skala lebih besar dibandingkan edisi sebelumnya. FLEI akan digelar bersamaan dengan Cafe Brasserie Expo (CBE) dan Indonesia Outing & Incentive Travel Expo (IOITE). Ketiga acara tersebut membentuk ekosistem pameran bisnis terintegrasi yang mempertemukan pelaku usaha, investor, hingga calon mitra bisnis.
Pendaftaran peserta pameran telah dibuka. Penyelenggara menargetkan gabungan tiga pameran mampu menarik lebih dari 45.000 pengunjung dan menghasilkan ribuan kerja sama bisnis baru.
Levita menilai FLEI menjadi wadah strategis untuk mempertemukan calon investor dengan berbagai peluang usaha yang terus berkembang di sektor waralaba.
Pertumbuhan Waralaba Dinilai Mampu Mendorong Kewirausahaan Nasional
Pemerintah juga melihat waralaba sebagai salah satu instrumen penting untuk meningkatkan jumlah wirausahawan di Indonesia.
Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti, sebelumnya menyampaikan bahwa rasio kewirausahaan Indonesia saat ini masih berada di kisaran 3,29 persen dari total angkatan kerja. Angka tersebut masih jauh dari target negara maju yang diperkirakan membutuhkan rasio kewirausahaan sekitar 10 hingga 12 persen.
Menurut Roro, model bisnis waralaba menawarkan sistem usaha yang telah terstandarisasi sehingga lebih mudah dijalankan oleh pelaku usaha baru. Pendampingan dari pemberi waralaba juga membantu menekan risiko dibandingkan membangun bisnis dari nol.
“Waralaba merupakan model bisnis yang efektif untuk mempercepat lahirnya wirausaha baru karena sistemnya sudah terstandarisasi dan lebih mudah diprediksi,” ujar Roro.
Ia berharap berbagai kegiatan pameran bisnis dapat membuka wawasan masyarakat mengenai peluang usaha sekaligus mendorong lebih banyak orang memulai bisnis sendiri.
Pelaku Usaha dan Investor Diminta Memahami Regulasi
Di tengah pertumbuhan industri, pemerintah mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap aturan yang berlaku. Pelaku usaha yang menawarkan bisnis waralaba wajib memiliki Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW) sebelum menggunakan istilah maupun logo waralaba dalam kegiatan promosi.
Selain itu, masyarakat yang ingin membeli lisensi waralaba diminta menerapkan prinsip 2L, yaitu legal dan logis. Calon investor sebaiknya memastikan legalitas usaha serta menghindari penawaran yang menjanjikan keuntungan tetap tanpa risiko yang masuk akal.
Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga iklim usaha tetap sehat sekaligus melindungi masyarakat dari potensi penawaran bisnis yang tidak kredibel.
Prospek Bisnis Waralaba Masih Terbuka Lebar
Dengan pertumbuhan industri yang diperkirakan mencapai 10–15 persen setiap tahun, bisnis waralaba dipandang masih memiliki ruang ekspansi yang besar. Sektor makanan dan minuman, ritel, serta jasa diperkirakan tetap menjadi penyumbang pertumbuhan utama dalam beberapa tahun mendatang.
Didukung inovasi pelaku usaha muda, meningkatnya minat masyarakat terhadap kewirausahaan, serta dukungan pemerintah melalui regulasi dan pameran bisnis, industri waralaba berpotensi menjadi salah satu penggerak ekonomi nasional sekaligus melahirkan lebih banyak merek lokal yang mampu bersaing di pasar global.
baca juga”Purbaya Ancam Pangkas Anggaran Daerah yang Hambat Investasi“