Pemprov Kaltara Siapkan Integrasi UMKM dengan Kebutuhan Industri Lewat Program SINERGI Kaltara
Pemetaan Data Pelaku Usaha dan Kebutuhan Kawasan Industri Menjadi Langkah Awal Penguatan Ekonomi Daerah
Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara terus memperkuat strategi pengembangan ekonomi daerah melalui program SINERGI Kaltara. Program yang merupakan singkatan dari Sistem Integrasi Nilai Ekonomi Rantai Global Industri untuk Kalimantan Utara itu difokuskan untuk mempertemukan kebutuhan sektor industri dengan kapasitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Melalui pendekatan tersebut, pemerintah ingin memperluas peluang usaha lokal agar dapat masuk ke dalam rantai pasok kawasan industri.
Baca Juga “Kemendag Perkuat Sinergi UMKM dan Ritel Modern, 11 Jenama Lokal Jadi Mitra Metro Department Store“
Upaya percepatan pelaksanaan program dilakukan melalui koordinasi langsung dengan PT Kalimantan Industrial Park Indonesia (KIPI). Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Utara, Denny Harianto, memimpin kunjungan kerja bersama sejumlah perangkat daerah ke Kawasan Industri Tana Kuning–Mangkupadi, Kabupaten Bulungan. Pertemuan itu dimanfaatkan untuk membahas peluang kolaborasi sekaligus menyelaraskan kebutuhan dunia industri dengan potensi usaha masyarakat setempat.
Dalam forum tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara memperkenalkan rancangan SINERGI Kaltara sebagai platform yang menghubungkan berbagai data penting. Sistem itu dirancang untuk mengidentifikasi jenis barang maupun jasa yang dibutuhkan perusahaan industri, kemudian mencocokkannya dengan kemampuan produksi UMKM di berbagai wilayah Kalimantan Utara. Dengan mekanisme tersebut, peluang kerja sama dapat dibangun berdasarkan kebutuhan yang terukur.
Jajaran manajemen PT KIPI menyambut positif gagasan tersebut. E&S Manager PT KIPI, Wisnu Sugesti, hadir secara langsung dalam kegiatan, sedangkan Project Manager Head Office PT KIPI, Noka Prihasto, mengikuti pembahasan melalui konferensi daring. Kedua belah pihak menilai integrasi data menjadi langkah penting untuk memperkuat hubungan antara kawasan industri dan pelaku usaha lokal.
Agenda kunjungan tidak berhenti pada sesi diskusi. Rombongan pemerintah juga meninjau sejumlah area di kawasan industri, termasuk lokasi yang telah disiapkan sebagai ruang pengembangan UMKM. Kegiatan itu memberi kesempatan kepada pemerintah untuk berdialog langsung dengan para pelaku usaha yang telah menjalankan aktivitas ekonomi di sekitar kawasan.
Dari hasil peninjauan, pemerintah memperoleh gambaran mengenai berbagai bentuk pembinaan yang telah dijalankan PT KIPI terhadap UMKM. Selain itu, perusahaan juga menyampaikan sejumlah kebutuhan industri yang berpotensi dipenuhi oleh pelaku usaha lokal apabila kualitas produk, kapasitas produksi, dan standar usaha terus ditingkatkan.
Denny Harianto menilai respons positif dari PT KIPI menjadi fondasi yang baik bagi implementasi SINERGI Kaltara. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, pengelola kawasan industri, dan UMKM harus dibangun melalui sistem yang mampu menghasilkan data akurat sehingga proses pencarian mitra usaha menjadi lebih efektif.
“Seluruh data akan kita integrasikan sehingga kebutuhan industri dan kemampuan UMKM dapat dipetakan dengan baik. Harapannya, 51.840 UMKM di Kaltara memiliki kesempatan berkontribusi secara nyata di kawasan industri,” ujar Denny.
Berdasarkan data pemerintah daerah, terdapat sekitar 51.840 UMKM yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Utara. Jumlah tersebut menunjukkan besarnya potensi ekonomi lokal yang dapat diberdayakan untuk mendukung aktivitas industri berskala besar. Namun, sebagian pelaku usaha masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan akses pasar, sertifikasi produk, legalitas usaha, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Melalui SINERGI Kaltara, pemerintah berupaya menjawab tantangan tersebut dengan membangun sistem yang mempertemukan permintaan industri dan penawaran dari UMKM. Pendekatan berbasis data juga diharapkan membantu pemerintah dalam merancang program pendampingan yang lebih tepat sasaran, mulai dari pelatihan, fasilitasi perizinan, hingga peningkatan kualitas produk sesuai kebutuhan pasar.
Keberadaan Kawasan Industri Tana Kuning–Mangkupadi dinilai memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Kalimantan Utara. Kawasan tersebut diproyeksikan menjadi salah satu pusat investasi nasional yang akan menciptakan permintaan terhadap berbagai produk dan layanan pendukung. Kondisi ini membuka peluang bagi UMKM untuk berkembang apabila mampu memenuhi standar yang dibutuhkan sektor industri.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara menargetkan implementasi SINERGI Kaltara dimulai dari kolaborasi bersama PT KIPI sebelum diperluas ke kawasan industri lainnya. Dengan penguatan kemitraan, integrasi data, dan peningkatan kapasitas pelaku usaha, pemerintah berharap semakin banyak UMKM lokal yang mampu menjadi bagian dari rantai pasok industri nasional hingga memasuki pasar global.
Baca Juga “Produk UMKM Kini Ramaikan Metro Department Store“