Bakpao Gandum RoyalKueID Tumbuh lewat Ekosistem BRI

Bakpao Gandum RoyalKueID Tumbuh Lewat Inovasi Produk dan Dukungan Ekosistem BRI

Tren makanan praktis yang mudah disajikan terus berkembang di Indonesia. Gaya hidup masyarakat yang semakin dinamis mendorong permintaan terhadap produk siap saji yang tetap lezat dan bernutrisi. Kondisi ini membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk menghadirkan inovasi kuliner yang relevan dengan kebutuhan sehari-hari.

Salah satu contoh datang dari Bakpao Gandum RoyalKueID, usaha kuliner asal Jakarta Utara yang menghadirkan bakpao berbahan gandum sebagai alternatif sarapan dan camilan keluarga. Produk ini menawarkan kepraktisan sekaligus cita rasa yang disesuaikan dengan selera konsumen lokal.

baca juga”Bandeng Juwana Elrina Berkembang Berkat Dukungan BRI“

Inovasi Produk: Bakpao Gandum sebagai Solusi Camilan Praktis

Bakpao Gandum RoyalKueID mengusung konsep makanan praktis yang mudah disiapkan. Konsumen cukup menghangatkan produk sebelum dikonsumsi, sehingga cocok untuk aktivitas pagi hari atau camilan di sela kesibukan.

Varian rasa yang ditawarkan juga beragam, dengan salah satu yang paling diminati adalah ayam jamur. Kombinasi tekstur lembut dan rasa gurih membuat produk ini disukai berbagai kalangan, terutama anak-anak dan keluarga muda.

Penggunaan bahan gandum menjadi nilai tambah tersendiri. Selain memberikan tekstur berbeda, bahan ini juga dipersepsikan lebih sehat dibandingkan tepung biasa, sehingga menarik bagi konsumen yang mulai peduli pola makan.

Perjalanan Bisnis dari Skala Kecil hingga Ekspansi Pasar

Co-founder RoyalKueID, Yusnianti, menjelaskan bahwa usaha ini berawal dari kebutuhan pribadi. Produk awalnya dibuat untuk konsumsi keluarga sebelum akhirnya diperkenalkan ke lingkungan terdekat.

“Awalnya kami hanya membuat untuk konsumsi sendiri. Respons dari teman dan kerabat sangat positif, sehingga kami mulai membuka pre-order di akhir 2023,” ujarnya.

Kepercayaan diri untuk mengembangkan bisnis semakin meningkat setelah permintaan terus bertambah. Pada akhir 2024, RoyalKueID membuka outlet pertama sebagai langkah awal ekspansi usaha.

Strategi Penjualan Multi Kanal untuk Perluas Jangkauan

Seiring pertumbuhan bisnis, RoyalKueID tidak hanya mengandalkan penjualan offline. Usaha ini memanfaatkan berbagai kanal distribusi, mulai dari reseller, marketplace, hingga social commerce.

Strategi multi kanal ini memungkinkan produk menjangkau pasar yang lebih luas. Tidak hanya di Jakarta, pelanggan kini datang dari berbagai daerah, termasuk luar kota hingga antar pulau.

Pendekatan ini mencerminkan perubahan pola bisnis UMKM yang semakin adaptif terhadap teknologi digital. Pelaku usaha tidak lagi bergantung pada satu kanal, tetapi mengombinasikan berbagai platform untuk meningkatkan penjualan.

Pemanfaatan QRIS dan LinkUMKM untuk Operasional dan Pengembangan

Dalam operasional harian, RoyalKueID memanfaatkan layanan QRIS dari BRI untuk mempermudah transaksi. Sistem ini membantu mempercepat pembayaran, terutama dalam kerja sama dengan reseller.

Selain itu, Yusnianti juga aktif mengikuti pelatihan melalui platform LinkUMKM BRI. Platform ini menyediakan berbagai materi pembelajaran untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha.

“Setelah membuka outlet, saya merasa perlu belajar lebih banyak. Saya mulai mengikuti pelatihan di LinkUMKM setelah Lebaran 2025 untuk memperdalam pengetahuan bisnis,” ungkapnya.

Peran Ekosistem BRI dalam Penguatan UMKM

BRI terus mengembangkan ekosistem digital untuk mendukung pertumbuhan UMKM di Indonesia. Hingga akhir 2025, platform LinkUMKM telah dimanfaatkan oleh sekitar 14,98 juta pelaku usaha.

Platform ini menyediakan berbagai fitur terintegrasi, seperti pelatihan digital, komunitas bisnis, hingga akses legalitas usaha. Materi pembelajaran yang tersedia mencakup ratusan modul yang dirancang untuk meningkatkan keterampilan teknis dan manajerial.

Corporate Secretary BRI, Dhanny, menyatakan bahwa pengembangan UMKM membutuhkan pendekatan menyeluruh. Tidak hanya pembiayaan, tetapi juga pendampingan dan digitalisasi.

“BRI terus mendorong UMKM untuk meningkatkan kapasitas dan memperluas akses pasar melalui ekosistem digital yang terintegrasi,” ujarnya.

Dampak Positif bagi Pertumbuhan UMKM Kuliner

Dukungan teknologi dan pelatihan memungkinkan UMKM seperti RoyalKueID berkembang lebih cepat. Pelaku usaha dapat meningkatkan kualitas produk, memperluas jaringan distribusi, dan memahami strategi pemasaran digital secara lebih efektif.

Selain itu, kemudahan transaksi digital juga meningkatkan kenyamanan pelanggan. Hal ini berdampak langsung pada peningkatan penjualan dan loyalitas konsumen.

Penutup: Kolaborasi Inovasi dan Ekosistem Jadi Kunci Pertumbuhan

Perjalanan Bakpao Gandum RoyalKueID menunjukkan bahwa inovasi produk dan dukungan ekosistem dapat berjalan beriringan. Dengan memanfaatkan teknologi digital dan program pemberdayaan, UMKM mampu berkembang lebih cepat dan berkelanjutan.

Ke depan, kolaborasi antara pelaku usaha dan institusi keuangan seperti BRI akan menjadi faktor penting dalam memperkuat daya saing UMKM. Langkah ini juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

baca juga”Panduan Tarik Tunai Saldo GoPay di ATM BRI, Praktis dan Tanpa Ribet!“

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *