Menko Pangan dan Mendag Sidak, Cabai Rp100 Ribu/Kg

Sidak Pasar Minggu: Harga Cabai Masih Tinggi Meski Stok Pangan Aman

Pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dan Menteri Perdagangan Budi Santoso melakukan inspeksi mendadak ke Pasar Minggu, Jakarta, untuk memantau harga dan ketersediaan bahan pokok pasca-Idulfitri 2026. Hasil pemantauan menunjukkan stok pangan relatif aman, meski harga cabai masih tinggi.

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan stabilitas harga dan pasokan tetap terjaga setelah periode konsumsi tinggi selama Ramadan dan Lebaran. Pemerintah juga ingin memastikan distribusi pangan berjalan normal di tengah aktivitas pasar yang belum sepenuhnya pulih.

baca juga”Bakpao Gandum RoyalKueID Tumbuh lewat Ekosistem BRI“

Stok Pangan Melimpah, Aktivitas Pedagang Belum Maksimal

Dalam peninjauan tersebut, Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa secara umum pasokan bahan pokok berada dalam kondisi cukup. Komoditas utama seperti beras, ayam, telur, dan sayuran tersedia dalam jumlah memadai di pasar.

Namun, ia mencatat bahwa aktivitas pedagang belum sepenuhnya kembali normal. Sebagian kios masih tutup setelah libur Lebaran, sehingga tingkat operasional pasar baru mencapai sekitar 60 hingga 70 persen.

“Ketersediaan pangan aman, stok banyak. Hanya saja, pedagang belum semuanya kembali berjualan,” ujarnya saat sidak.

Harga Cabai Masih Tinggi, Capai Rp100 Ribu per Kilogram

Meski sebagian harga pangan relatif stabil, cabai menjadi komoditas yang masih mengalami lonjakan harga. Cabai rawit merah tercatat berada di kisaran Rp100 ribu hingga Rp110 ribu per kilogram.

Zulkifli Hasan menyebut harga cabai tinggi dipengaruhi oleh karakteristik komoditas tersebut yang sensitif terhadap pasokan dan cuaca. Sementara itu, cabai merah jenis lain justru mengalami penurunan harga dan berada di kisaran Rp50 ribu per kilogram.

“Kenaikan harga cabai ini biasa terjadi karena pasokan dan permintaan. Namun, tren saat ini mulai menunjukkan penurunan,” jelasnya.

Pemerintah Lanjutkan Pemantauan dan Distribusi Pangan

Pemerintah berkomitmen untuk terus memantau perkembangan harga dan distribusi pangan secara berkala. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas pasar serta mencegah lonjakan harga yang berpotensi membebani masyarakat.

Dalam waktu dekat, Zulkifli Hasan berencana melakukan kunjungan ke sejumlah daerah seperti Lampung dan Jawa Tengah. Tujuannya adalah memastikan kondisi pasokan di tingkat daerah tetap aman dan terdistribusi dengan baik.

Dampak Global Dinilai Tidak Ganggu Pasokan Dalam Negeri

Di kesempatan terpisah, Zulkifli Hasan menegaskan bahwa konflik geopolitik di Timur Tengah tidak berdampak langsung pada pasokan pangan Indonesia. Hal ini karena Indonesia tidak bergantung pada impor pangan dari kawasan tersebut.

Ia menambahkan bahwa pemerintah telah mengantisipasi potensi dampak tidak langsung, seperti kenaikan harga energi global, dengan memperkuat produksi pangan dalam negeri.

“Kita fokus meningkatkan produksi lokal agar tetap mandiri dalam sektor pangan,” ujarnya.

Strategi Penguatan Produksi dan Swasembada Pangan

Pemerintah terus mendorong peningkatan produksi pangan nasional sebagai langkah strategis menjaga ketahanan pangan. Program pengembangan sektor peternakan, perikanan, dan pertanian terus diperluas di berbagai daerah.

Beberapa proyek penguatan protein hewani, seperti pembangunan tambak dan fasilitas peternakan, juga tengah disiapkan. Upaya ini bertujuan memastikan ketersediaan pangan jangka panjang sekaligus menjaga stabilitas harga.

Penutup: Stabilitas Pangan Terjaga, Harga Cabai Masih Jadi Sorotan

Sidak di Pasar Minggu menunjukkan bahwa pasokan pangan nasional berada dalam kondisi aman pasca-Lebaran. Namun, harga cabai yang masih tinggi menjadi perhatian utama pemerintah.

Ke depan, pemerintah akan terus mengawal distribusi dan produksi pangan agar harga tetap terkendali. Dengan langkah ini, diharapkan stabilitas pangan dapat terjaga dan daya beli masyarakat tetap terlindungi.

baca juga”Harga Beras Dunia Turun, Menko Zulkifli Sebut Imbas Indonesia Setop Impor“

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *