Ahmad Luthfi Dorong Kolaborasi Daerah untuk Perkuat Pengembangan UMKM dan Investasi
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan pentingnya kolaborasi antardaerah dalam memperkuat pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM di Jawa Tengah. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi daerah tidak dapat berjalan optimal tanpa sinergi antara pemerintah daerah, investor, dan pelaku usaha.
Baca Juga “Kontribusi Investasi 20 Persen, UMKM di Jateng Terbukti Tangguh“
Pernyataan tersebut disampaikan Ahmad Luthfi saat membuka acara Central Java Investment Business Forum (CJIBF) dan UMKM Grande 2026 di Ballroom Po Hotel Semarang, Senin pagi. Forum tersebut dihadiri 35 bupati dan wali kota dari berbagai wilayah di Jawa Tengah.
Forum CJIBF 2026 Jadi Ajang Konsolidasi Penguatan Ekonomi Daerah
Acara CJIBF dan UMKM Grande 2026 turut dihadiri Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Wakil Kepala BKPM, Todotua Pasaribu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, serta jajaran DPMPTSP kabupaten dan kota se-Jawa Tengah.
Sejumlah kepala daerah juga hadir langsung dalam forum tersebut, termasuk Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, Wakil Wali Kota Tegal, Tazkiyyatul Muthmainnah, dan Plt Kepala DPMPTSP Kota Tegal, Sartono.
Dalam sambutannya, Ahmad Luthfi menekankan bahwa pemerintah provinsi tidak dapat bekerja sendiri dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Ia meminta seluruh kepala daerah aktif menciptakan iklim investasi yang kompetitif di wilayah masing-masing.
Menurutnya, Jawa Tengah memiliki potensi besar di berbagai sektor, mulai dari industri manufaktur, pertanian, pariwisata, hingga UMKM berbasis ekonomi kreatif. Potensi tersebut dinilai mampu memperkuat posisi Jawa Tengah di tingkat nasional maupun internasional jika dikelola melalui kolaborasi yang terintegrasi.
“Kepala daerah tidak bisa berdiri sendiri. Jawa Tengah memiliki potensi besar yang mampu menumbuhkan ekonomi melalui investasi,” kata Ahmad Luthfi di hadapan peserta forum.
Ia juga menilai investasi memiliki peran penting dalam membuka lapangan kerja baru dan mempercepat pemerataan ekonomi daerah. Karena itu, pemerintah daerah diminta memperkuat koordinasi dalam mempermudah pelayanan investasi dan mendukung pertumbuhan UMKM lokal.
Investasi dan UMKM Dinilai Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan
Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi, Todotua Pasaribu, menyebut CJIBF 2026 sebagai momentum strategis untuk memperkuat konsolidasi ekonomi daerah berbasis investasi dan industri hijau.
Menurutnya, tema penguatan investasi dan industri kecil menengah berbasis energi hijau dan berkelanjutan sangat relevan dengan arah pembangunan ekonomi nasional saat ini. Pemerintah terus mendorong investasi yang mampu menciptakan nilai tambah sekaligus memberdayakan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional.
Todotua menjelaskan bahwa investasi yang terhubung dengan sektor UMKM dapat memberikan dampak luas terhadap penyerapan tenaga kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dinilai menjadi faktor penting dalam menciptakan ekosistem usaha yang sehat dan kompetitif.
Selain memperkuat investasi, forum CJIBF dan UMKM Grande 2026 juga menjadi ruang promosi bagi pelaku UMKM di Jawa Tengah untuk memperluas pasar dan menjalin kemitraan bisnis. Kegiatan seperti ini dinilai penting untuk meningkatkan daya saing produk lokal di tengah persaingan ekonomi global yang semakin ketat.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga terus mendorong transformasi digital UMKM agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Digitalisasi dinilai menjadi salah satu strategi utama untuk meningkatkan efisiensi usaha sekaligus memperkuat akses pemasaran produk lokal.
Ke depan, Ahmad Luthfi berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, investor, dan pelaku usaha dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah secara merata. Dengan dukungan investasi yang berkelanjutan dan penguatan UMKM, Jawa Tengah ditargetkan mampu menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional yang kompetitif dan berdaya saing tinggi.
Baca Juga “UMKM di Jateng Terbukti Tangguh Jadi Penopang Investasi, Beri Kontribusi 20 Persen“