Startup Casion Lolos Grab Ventures Velocity Batch 8, Tancap Gas Ekspansi Jaringan Charging EV di Indonesia
Casion Terpilih dalam Program Grab Ventures Velocity Batch 8
Startup pengelola infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik, Casion, baru-baru ini diumumkan sebagai salah satu peserta yang lolos dalam program akselerator Grab Ventures Velocity (GVV) Batch 8. Dari lebih dari 180 startup yang mendaftar, Casion berhasil terpilih sebagai bagian dari lima startup yang mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan bisnis mereka melalui program ini.
baca juga”Satu Tahun Danantara Indonesia, Presiden Prabowo Tekankan Integritas dan Tata Kelola Aset Negara“
Kolaborasi Strategis dengan Grab untuk E-Mobilitas
Melalui program GVV, Casion akan berkolaborasi dengan Grab, memperluas jaringan pengisian daya kendaraan listrik dan menciptakan solusi yang lebih baik bagi pengemudi, termasuk mitra pengemudi Grab yang menggunakan kendaraan listrik (EV). Program akselerator ini memberikan peluang bagi Casion untuk berinteraksi lebih dekat dengan Grab, memperkuat pengembangan ekosistem mobilitas listrik di Indonesia. Casion berharap bahwa kolaborasi ini akan mendukung pengembangan e-mobilitas yang lebih luas dengan pendekatan yang berbasis data dan pemetaan kebutuhan pasar.
CEO Casion Kevin Pudjiadi: Sinergi dengan Grab untuk Ekspansi Layanan
CEO dan Co-founder Casion, Kevin Pudjiadi, mengungkapkan bahwa fokus utama startup ini adalah untuk membantu memperluas infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik. Menurutnya, kolaborasi dengan Grab sangat relevan karena perusahaan memiliki ambisi besar dalam mengembangkan layanan e-livery berbasis kendaraan listrik.
“Sinergi dengan Grab sangat tepat karena ambisi besar mereka di sektor e-livery. Dengan fokus kami pada pengisian daya kendaraan listrik, kami bisa mendukung mereka dengan infrastruktur yang tepat dan efisien,” kata Kevin di Jakarta pada Selasa, 13 Januari 2026.
Pendekatan Berbasis Data untuk Menentukan Lokasi Stasiun Charging
Keunggulan utama Casion terletak pada pendekatan berbasis data dalam menentukan lokasi stasiun pengisian daya. Casion melakukan riset mendalam untuk memahami pola kebiasaan pengemudi EV, seperti waktu dan tempat pengisian daya. Berdasarkan penelitian tersebut, Casion menyimpulkan bahwa pengemudi kendaraan listrik cenderung mengisi daya dua kali dalam sehari—sebelum bekerja dan setelah selesai beraktivitas.
“Dengan pemahaman ini, kami berfokus untuk memasang stasiun pengisian di lokasi strategis yang dekat dengan tempat tinggal pengemudi, seperti di kawasan apartemen atau area yang memiliki permintaan tinggi untuk pengisian daya,” tambah Kevin.
Inovasi Cash Pass untuk Kemudahan Pembayaran Charging EV
Selain memperhatikan lokasi, Casion juga mengembangkan sistem pembayaran inovatif yang disebut Cash Pass. Sistem ini dirancang untuk menyederhanakan pengalaman pengemudi dalam melakukan pengisian daya. Dengan menggunakan Cash Pass, pemilik kendaraan listrik dapat berlangganan dan memberikan akses akun kepada pengemudi, memungkinkan mereka untuk mengisi daya tanpa perlu khawatir tentang aplikasi atau metode pembayaran yang rumit.
“Tujuan kami adalah untuk membuat proses charging semudah mungkin, baik dari sisi penggunaan maupun pembayaran. Dengan Cash Pass, pengemudi hanya perlu datang ke stasiun pengisian daya dan menghubungkan kendaraan tanpa hambatan,” jelas Kevin.
Ekspansi Jaringan Casion ke Kota-Kota Baru
Sejak dimulai pada 2023, Casion telah memasang sekitar 90 hingga 100 titik pengisian daya di lokasi-lokasi yang strategis. Fokus awal mereka adalah di kawasan apartemen dan ruang ritel, namun kini Casion mulai merambah ke kota-kota lain untuk mendukung pertumbuhan kendaraan listrik di Indonesia. Dengan kolaborasi bersama Grab, mereka siap melanjutkan ekspansi jaringan pengisian daya ke wilayah-wilayah yang membutuhkan.
“Tiap kali Grab menginformasikan ekspansi mereka ke kota baru, kami langsung merencanakan pemasangan stasiun pengisian daya di sana. Kami berkomitmen untuk mendukung infrastruktur EV di seluruh Indonesia,” tutup Kevin.
Grab Ventures Velocity: Mempromosikan Teknologi Hijau dan Solusi Berkelanjutan
Pada Batch 8 Grab Ventures Velocity, lima startup yang terpilih semuanya bergerak di bidang teknologi hijau dan solusi berkelanjutan. Program ini bukan hanya menawarkan dukungan pendampingan kepada startup yang terpilih, tetapi juga peluang untuk berkolaborasi dengan Grab dan memperbesar skala bisnis mereka.
Rifana Mezaya, Director of Digital Sustainability Grab Indonesia, menyampaikan bahwa ekosistem startup Indonesia memiliki potensi besar untuk menghasilkan inovasi teknologi yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan.
“Kami percaya ekosistem startup Indonesia memiliki potensi besar untuk memberikan dampak nyata melalui teknologi yang berkelanjutan. Kami senang bisa mendukung perjalanan startup seperti Casion yang turut berkontribusi dalam sektor e-mobilitas,” ujar Rifana.
Mendukung Transisi Energi Bersih di Indonesia
Dengan semakin berkembangnya teknologi kendaraan listrik dan fokus pemerintah pada keberlanjutan, Casion berperan penting dalam pengembangan infrastruktur pengisian daya di Indonesia. Melalui kolaborasi dengan Grab, Casion tidak hanya memperluas jaringan pengisian daya, tetapi juga membantu mempercepat transisi Indonesia menuju penggunaan kendaraan listrik, yang diharapkan akan memberikan dampak positif bagi lingkungan dan perekonomian negara.
Penutupan
Casion, yang kini berhasil lolos dalam Grab Ventures Velocity Batch 8, sedang menancapkan gas dalam memperluas jaringan pengisian daya kendaraan listrik di Indonesia. Kolaborasi dengan Grab membuka peluang besar bagi Casion untuk mempercepat pengembangan infrastruktur yang sangat dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan kendaraan listrik di seluruh tanah air. Ini menjadi langkah strategis yang sangat penting bagi perkembangan e-mobilitas di Indonesia dalam menghadapi tantangan global menuju penggunaan energi terbarukan yang lebih ramah lingkungan.
baca juga”Perusahaan Startup AI Bernilai Fantastis Ternyata Banyak Dirintis oleh Anak Muda“