Indomaret Resmikan Gerai Waralaba di BPOM RI

Indomaret Perluas Kemitraan dengan Resmikan Gerai Waralaba di Lingkungan BPOM RI

PT Indomarco Prismatama (Indomaret) semakin memperkuat jaringan kemitraannya melalui peresmian Gerai Bakti Koperasi (GBK) Konsumen Pegawai BPOM di Gedung Menara Air, kantor pusat BPOM RI, Rabu (25/2/2026). Gerai ini merupakan hasil kerja sama operasional antara Indomaret dan Koperasi Konsumen Pegawai BPOM (KOPERPOM), yang bertujuan memberikan akses barang kebutuhan sehari-hari sekaligus mendukung pemberdayaan UMKM.

Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita oleh Kepala BPOM RI, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., didampingi Bastari Akmal, Marcomm Executive Director Indomaret, dan Jemmy Yulianto, Franchise Development Executive Director Indomaret. Prosesi ini juga diikuti dengan peninjauan gerai (walking tour) untuk memastikan kesiapan infrastruktur, sarana prasarana, dan integrasi edukasi konsumen melalui materi kampanye BPOM.

Ekspansi Kemitraan Indomaret dan Jaringan Waralaba Nasional

Bastari Akmal menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan KOPERPOM dalam pengembangan gerai waralaba. Ia menekankan bahwa gerai BPOM ini menjadi bagian dari 6.227 gerai waralaba Indomaret yang tersebar di seluruh Indonesia. “Gerai ini menjadi starting point untuk kolaborasi optimal bersama KOPERPOM dan model kemitraan strategis yang dapat dikembangkan ke instansi lain,” ujarnya.

Sejak berdiri 38 tahun lalu, Indomaret berkomitmen hadir sebagai ritel modern yang dekat dengan masyarakat. Perusahaan memastikan setiap ekspansi dilakukan melalui kajian kelayakan lokasi, potensi pasar, serta evaluasi kebutuhan konsumen. Bastari menambahkan, Indomaret juga mematuhi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemasok dan pemerintah agar tetap berperan sebagai stabilisator harga nasional.

Data internal Indomaret menunjukkan bahwa ekspansi gerai waralaba melalui kemitraan dengan lembaga pemerintah, BUMN, dan koperasi kini menjadi strategi utama. Model ini memungkinkan brand untuk menjangkau konsumen yang lebih luas, meningkatkan loyalitas, sekaligus membuka peluang bagi UMKM agar produknya bisa masuk ke jaringan ritel modern.

Gerai Bakti KOPERPOM Dukung UMKM dan Akses Pegawai

Kerja sama dengan KOPERPOM melalui GBK diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pegawai BPOM sekaligus membuka akses pasar lebih luas bagi UMKM. Indomaret memiliki departemen Microeconomics yang menangani pembinaan UMKM, mulai dari pelatihan mindset kewirausahaan, peningkatan kualitas produk, higienitas, hingga kurasi kemasan agar produk layak masuk ke ritel modern.

baca juga”Es Teh Indonesia Punya Siapa? Owner, Head Office, PT Es Teh Indonesia Makmur, Berapa Harga Franchise“

Bastari menekankan, “Ke depan, pengembangan UMKM akan terus kami optimalkan. GBK ini diharapkan memberikan hasil maksimal bagi pengurus koperasi dan dapat menjadi model bagi pembukaan gerai baru di lingkungan BPOM.”

Langkah ini menunjukkan bagaimana ritel modern dapat bersinergi dengan koperasi dan institusi pemerintah untuk menciptakan ekosistem distribusi yang sehat sekaligus memberdayakan pelaku usaha kecil. UMKM yang mendapatkan akses ke jaringan Indomaret berpeluang naik kelas, baik dari sisi kualitas produk maupun pemasaran.

Integrasi Edukasi Konsumen dan Peran BPOM

Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar, menyatakan bahwa peresmian GBK bukan sekadar pembukaan toko fisik, tetapi wujud kepedulian terhadap pegawai dalam mempermudah akses kebutuhan sehari-hari. Ia juga menekankan pentingnya integrasi edukasi konsumen melalui kampanye Cek KLIK (Cek Kemasan, Label, Izin Edar, Kedaluwarsa) yang diterapkan langsung di rak gerai.

“Kami ingin setiap pengunjung gerai tidak hanya membeli kebutuhan sehari-hari, tetapi juga memahami pentingnya keamanan produk dan kualitas yang sesuai standar,” ujar Taruna.

Setelah prosesi pengguntingan pita, dilakukan transaksi pembelian perdana sebagai simbol resmi dimulainya operasional GBK. Peninjauan gerai juga memastikan bahwa rak, signage, serta materi edukasi sudah tertata rapi dan mudah diakses pegawai maupun masyarakat sekitar.

Strategi Kolaborasi dan Dampak Jangka Panjang

Hadirnya GBK menunjukkan strategi kolaborasi Indomaret dengan institusi pemerintah yang menggabungkan pelayanan ritel modern dengan edukasi konsumen dan pemberdayaan UMKM. Model ini menjadi contoh nyata bagaimana ritel nasional dapat memperluas jaringan melalui kemitraan strategis.

Indomaret berharap kerja sama ini tidak hanya berhenti pada satu gerai. Dengan evaluasi performa dan potensi pasar, gerai-gerai baru di lingkungan BPOM atau instansi pemerintah lain dapat dibuka untuk memperluas jangkauan dan memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat serta UMKM.

Selain itu, departemen Microeconomics Indomaret secara berkala memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM agar produk mereka memenuhi standar mutu dan siap bersaing di jaringan ritel modern. Strategi ini selaras dengan upaya pemerintah dalam mendorong pertumbuhan UMKM dan integrasi ekonomi digital.

Penutup: Membangun Kemitraan Strategis yang Berkelanjutan

Peresmian GBK Konsumen Pegawai BPOM menegaskan komitmen Indomaret dalam membangun kemitraan strategis yang menguntungkan semua pihak. Dengan menggabungkan akses produk berkualitas, edukasi konsumen, dan pengembangan UMKM, gerai ini menjadi contoh kolaborasi ritel modern dan institusi pemerintah yang efektif.

Ke depan, model kemitraan seperti GBK diharapkan menjadi standar baru dalam pengembangan jaringan ritel, memperkuat distribusi produk aman dan bermutu, sekaligus memberdayakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di seluruh Indonesia.

baca juga”SEMMI Sulsel Apresiasi Mendes Yandri Susanto. Dorong Sistem Kemitraan Waralaba di Sulsel“

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *