BCA Expoversary 2026 Hadirkan Talkshow Scale Up Bisnis

Buka Ruang Kolaborasi, BCA Expoversary 2026 Hadirkan Talkshow Scale Up Bisnis

Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) perlu strategi matang untuk memperluas usaha secara berkelanjutan. Di tengah dinamika pasar global dan perubahan perilaku konsumen digital, kesiapan personal, pemahaman pasar, serta pemanfaatan teknologi dan kolaborasi jadi kunci agar UMKM dapat naik kelas dan bersaing lebih luas.

Ekosistem UMKM dan Momentum BCA Expoversary 2026

Pada Jumat (6/2/2026), PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menggelar talkshow bertajuk “Scale Up and Stand Out: Growing Local Brands To The Next Level” dalam event BCA Expoversary 2026 di Hall 5 ICE BSD, Tangerang. Diskusi itu dihadirkan untuk membuka wawasan baru tentang strategi pengembangan bisnis dan peluang kolaborasi bagi UMKM peserta.

Acara tersebut dihadiri oleh Senior Vice President BCA, Adrian Hermansyah, Paquita Genuschka (MC sekaligus pemilik Supper Burger and Sandwich dan Bansan Jakarta), serta M. Jupaka, serial entrepreneur yang mengembangkan berbagai brand seperti UNERD, Birth Beyond, Kebab Monster, Gong Cha, dan Kick Avenue.

Tantangan UMKM dan Strategi Scale Up yang Efektif

Adrian Hermansyah menekankan bahwa proses perluasan usaha tidak bisa disamaratakan untuk semua pelaku UMKM. “Setiap bisnis memiliki karakteristik dan tantangan berbeda tergantung lokasi, kapasitas, dan tahap perkembangan usaha,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa produk yang semakin inovatif dan relevan dengan tren konsumen sangat membantu bisnis untuk tumbuh. Menurutnya, banyak brand terutama di sektor Food and Beverage (F&B) mulai melihat konsumen lebih niche dan menyesuaikan variasi produk mereka tanpa menghilangkan menu utama yang menjadi ciri khas brand.

Selain inovasi produk, Adrian juga menilai kondisi finansial dan operasional menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan. “UMKM perlu memiliki laporan keuangan yang terstruktur dan operasional yang jelas untuk menunjang pertumbuhan dan pembiayaan,” tambahnya. BCA menggunakan standar tersebut sebagai salah satu kriteria dalam menilai kesehatan usaha sebelum memberikan pembiayaan.

Perspektif Praktis dari Praktisi UMKM

Serial entrepreneur M. Jupaka memberi petuah praktis bahwa setiap fase pertumbuhan bisnis memiliki kebutuhan unik. Ia mengingatkan banyak pelaku UMKM sering kali menganggap ekspansi sekadar memperbesar skala, tanpa menyesuaikan supply chain, sumber daya, dan proses internal.

“Setiap stage itu berbeda. Ketika bisnis naik level, cara berpikir juga harus berubah,” ujar Jupaka. Menurutnya, toko online dan toko offline memiliki model operasional yang berbeda; salah satunya belum tentu selalu menguntungkan jika tidak dikelola dengan strategi yang tepat.

baca juga”Mahasiswa STIKOM Bandung Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Program “Scale Up Digital UMKM”

Jupaka juga menekankan pentingnya mindset kolaboratif dalam ekspansi bisnis. Ia menjelaskan bahwa kolaborasi dapat menjadi strategi scale up yang kuat, hanya bila dilakukan dengan kesesuaian visi, misi, dan positioning yang jelas. “Kolaborasi itu powerful, tapi bukan sekadar ikut‑ikutan tren,” katanya.

Kolaborasi untuk Menembus Pasar Lebih Luas

Dari pengalaman praktis, Jupaka menilai bahwa UMKM yang mampu menentukan target pasar, konsep produk, serta tujuan kolaborasi sejak awal memiliki peluang lebih besar untuk menembus pasar internasional. Menurutnya, konsistensi kualitas produk dan komunikasi merek dengan konsumen adalah fondasi utama keberlanjutan usaha.

“Di luar negeri, orang Indonesia banyak. Tetapi yang membuat brand bertahan bukan hanya kedekatan, tetapi kualitas produk dan kejelasan konsep,” tambah Jupaka.

Pameran Produk UMKM dan Dampaknya

Selain talkshow, BCA Expoversary 2026 menampilkan produk‑produk UMKM binaan melalui program Bangga Lokal dan desa binaan. Pilihan produk beragam mulai dari fesyen, F&B, barang rumah tangga, hingga parfum. Selama penyelenggaraan dari 5–8 Februari 2026, produk‑produk tersebut ramai dibeli pengunjung.

Kegiatan ini tidak hanya membuka kesempatan transaksi, tetapi juga memperkuat koneksi antara pelaku usaha dengan konsumen serta potensi kolaborasi antarbrand lokal. Menurut data internal BCA, traffic pengunjung dan pembelian produk selama Expoversary meningkat signifikan dibanding periode yang sama tahun lalu.

Penutup: Kesempatan UMKM di Era Kolaborasi

Talkshow Scale Up and Stand Out serta pameran produk di BCA Expoversary 2026 menggambarkan bahwa kolaborasi dan strategi pengembangan yang tepat adalah faktor vital dalam proses scale up UMKM. Dengan pemahaman yang matang terhadap karakteristik bisnis, kesiapan finansial, serta pendekatan kolaboratif yang terukur, UMKM memiliki peluang besar untuk naik kelas dan bersaing di tingkat yang lebih tinggi.

Era digital dan konektivitas global membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha Indonesia. Kunci keberhasilan bukan hanya inovasi produk, tetapi juga kemampuan membuka ruang diskusi, merancang sistem bisnis yang adaptif, serta menjalin kolaborasi yang saling memperkuat.

baca juga”Mau Scale Up Bisnis? Ini Strategi Kelola Risiko agar Tetap Tumbuh Stabil“

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *