Ramadan Menghidupkan UMKM Kerajinan dan Parfum di Kawasan Bersejarah Diriyah
Suasana Ramadan membawa kehidupan baru bagi kawasan bersejarah Diriyah di Arab Saudi. Lingkungan Samhaniya yang sebelumnya tenang kini dipenuhi aktivitas ekonomi, wisata, dan budaya sepanjang malam selama bulan suci.
Deretan rumah tua dari batu bata lumpur yang dahulu menjadi hunian kini bertransformasi menjadi toko kecil, galeri kerajinan, dan studio kreatif. Perubahan fungsi ini menciptakan ruang baru bagi pelaku usaha mikro dan kreatif untuk menjangkau wisatawan lokal maupun mancanegara.
baca juga”Startup Casion Lolos Grab Ventures Velocity Batch 8, Ekspansi Charging EV di Indonesia“
Peningkatan kunjungan selama Ramadan juga dipicu tradisi sosial masyarakat setempat. Setelah berbuka puasa, warga dan wisatawan biasanya berkumpul, berjalan-jalan, serta membeli hadiah untuk keluarga dan kerabat. Aktivitas tersebut membuat pelaku usaha kecil menikmati lonjakan penjualan yang signifikan.
UMKM Kerajinan Tangan Manfaatkan Tradisi Berbagi Hadiah
Salah satu bisnis lokal yang merasakan dampak positif adalah Artisana, merek kerajinan tangan yang menampilkan produk berbasis warisan budaya Arab Saudi. Toko ini menata produknya seperti galeri hadiah dengan rak yang menampilkan keramik buatan tangan, tasbih, syal, dan tas dengan ornamen tradisional.
Operator Artisana, Ghalia Al-Mutairi, menjelaskan bahwa merek tersebut menggabungkan keterampilan kerajinan tradisional dengan konsep produk hadiah modern.
“Artisana adalah merek kerajinan tangan Saudi yang berfokus menghadirkan karya yang merayakan warisan budaya sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap identitas lokal,” ujarnya seperti dikutip dari Arab News.
Menurut Al-Mutairi, Artisana memiliki empat lini produk utama yang menyasar berbagai segmen pasar. Koleksi tersebut mencakup suvenir sederhana hingga produk premium yang dirancang khusus untuk hadiah.
Permintaan terhadap produk kerajinan biasanya meningkat selama Ramadan. Tradisi memberi hadiah kepada keluarga, sahabat, dan tamu membuat produk bernuansa budaya menjadi pilihan populer.
“Ramadan adalah musim puncak bagi kami. Budaya berbagi hadiah meningkat dan produk berbasis warisan budaya seperti milik kami sangat cocok untuk mengekspresikan kemurahan hati,” kata Al-Mutairi.
Bisnis Parfum Oud Tradisional Juga Alami Lonjakan Penjualan
Lonjakan pengunjung tidak hanya dirasakan pelaku usaha kerajinan tangan. Bisnis parfum tradisional juga mengalami peningkatan permintaan selama Ramadan.
Salah satunya adalah Oud AbDurrahim, usaha parfum keluarga yang mengandalkan bahan oud sebagai komponen utama. Oud merupakan resin aromatik dari kayu gaharu yang dikenal sebagai salah satu parfum paling berharga di Timur Tengah.
Pendiri bisnis tersebut, Suleiman Al-Durayhim, mengatakan bahwa Ramadan menjadi periode penjualan paling sibuk bagi usahanya.
“Kami melihat permintaan yang sangat kuat, terutama di Diriyah, bukan hanya dari seluruh Arab Saudi tetapi juga dari kawasan Teluk,” ujarnya.
Toko tersebut memiliki interior khas dengan dinding lumpur bertekstur dan rak kayu berukir yang menampilkan serpihan kayu oud. Di meja konter, botol kaca berisi minyak parfum berwarna keemasan tersedia bagi pelanggan yang ingin meracik aroma sesuai preferensi pribadi.
Salah satu parfum paling istimewa dari koleksi mereka adalah “Saad”. Parfum ini dinamai untuk mengenang ayah mereka yang telah wafat, sekaligus menjadi simbol sejarah keluarga dalam bisnis tersebut.
Brand Busana Lokal Tarik Minat Wisatawan Asing
Lonjakan kunjungan juga berdampak pada bisnis fesyen lokal. Toko busana Ghain Abaya mencatat peningkatan jumlah pengunjung selama Ramadan, terutama dari wisatawan mancanegara.
Asisten penjualan toko tersebut, Nour Ahmed, mengatakan bahwa brand tersebut awalnya membangun basis pelanggan melalui media sosial sebelum membuka toko fisik pertama di Diriyah.
“Merek ini aktif di Instagram sejak 2017. Toko ini menjadi gerai fisik pertama kami, dan jumlah pengunjungnya sangat ramai,” katanya.
Harga produk yang dijual berkisar antara 170 hingga 550 riyal Saudi. Ahmed menyebut peningkatan pengunjung Ramadan tahun ini jauh lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.
“Banyak pengunjung dari Eropa datang untuk melihat abaya dan hijab. Mereka tertarik pada budaya lokal dan ingin merasakan suasana Ramadan di Arab Saudi,” ujarnya.
Diriyah Berkembang Menjadi Pusat Kreatif dan Wisata Budaya
Perkembangan Samhaniya mencerminkan transformasi yang lebih luas di kawasan Diriyah. Dalam beberapa tahun terakhir, wilayah ini berkembang dari area dengan kafe kecil dan penginapan sederhana menjadi pusat usaha kreatif yang didominasi brand lokal.
Pemerintah Arab Saudi juga aktif mengembangkan kawasan ini sebagai destinasi wisata budaya. Diriyah dikenal sebagai salah satu lokasi bersejarah penting dalam sejarah negara tersebut dan kini menjadi bagian dari strategi pengembangan pariwisata nasional.
Dengan meningkatnya kunjungan wisata dan aktivitas ekonomi selama Ramadan, kawasan ini memberikan peluang besar bagi pelaku UMKM lokal untuk berkembang. Bisnis berbasis kerajinan, parfum tradisional, dan fesyen budaya kini menjadi bagian penting dari ekosistem ekonomi kreatif di wilayah tersebut.
Ke depan, pertumbuhan wisata budaya di Diriyah berpotensi terus meningkatkan peran UMKM dalam ekonomi lokal. Ramadan pun tidak hanya menjadi momentum spiritual, tetapi juga menjadi pendorong aktivitas ekonomi dan pelestarian budaya di kawasan bersejarah tersebut.
baca juga”Program Gentengisasi Serap Produk UMKM Majalengka hingga Rp 3 Miliar“