Meta Bekali UMKM dengan AI untuk Perluas Pasar Global
Meta mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia memanfaatkan kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) untuk memperluas pasar hingga ke mancanegara.
Upaya tersebut dilakukan melalui program Gapai Pasar Global dengan AI. Program ini membekali pelaku usaha dengan keterampilan AI dan pemasaran digital untuk mendukung pertumbuhan bisnis serta meningkatkan visibilitas produk.
Baca Juga “Cuma Presentasi Online, UMKM RI Bisa Dapat Buyer dari 33 Negara“
Kepala Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah Meta Indonesia Berni Moestafa mengatakan program tersebut merupakan bagian dari Small Business Growth Academy (SBGA).
Meta meluncurkan SBGA di kawasan Asia Pasifik untuk membantu usaha kecil meningkatkan keterampilan yang mendukung pertumbuhan bisnis. Indonesia menjadi salah satu negara pertama yang memperoleh program tersebut.
Meta Gandeng Kemendag dan ukmindonesia.id
Program Gapai Pasar Global dengan AI melibatkan Meta bersama Kementerian Perdagangan dan ukmindonesia.id. Program tersebut menyasar 200 pelaku usaha kecil dan menengah di Batam, Bandung, dan Jakarta.
“Program Gapai Pasar Global dengan AI adalah bagian dari Small Business Growth Academy, yakni sebuah program yang kita luncurkan di Asia Pasifik,” ujar Berni.
Menurut Berni, program tersebut dirancang untuk memberikan keterampilan yang dapat membantu pelaku UKM menghadapi tantangan pemasaran digital.
Pernyataan itu disampaikan dalam Pembukaan Pelatihan Gapai Pasar Global dengan AI bersama META di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu, 9 September 2026.
Kolaborasi tersebut juga mendukung agenda Kementerian Perdagangan untuk memperluas dan mendiversifikasi pasar ekspor nasional. Peserta memperoleh materi mengenai kesiapan ekspor yang disampaikan oleh Atase Perdagangan.
Discoverability Jadi Tantangan UMKM Indonesia
Meta melihat kemudahan produk ditemukan atau discoverability sebagai salah satu tantangan yang masih dihadapi UMKM Indonesia.
Menurut Berni, kualitas produk UKM Indonesia bukan persoalan utama. Tantangan yang perlu diatasi adalah keterbatasan eksposur produk, khususnya ketika pelaku usaha ingin menjangkau konsumen di luar negeri.
“Dari perjalanan kami di dua kota sebelumnya, satu tantangan konsisten yang kami temukan adalah discoverability,” kata Berni.
Ia menilai produk Indonesia memiliki kualitas yang dapat ditawarkan ke pasar lebih luas. Namun, konsumen di luar negeri perlu lebih mudah menemukan dan mengenali produk tersebut.
Dalam konteks pemasaran digital, discoverability berkaitan dengan kemampuan produk muncul di hadapan audiens yang relevan. Strategi konten, pemilihan target, penggunaan iklan, dan pemanfaatan data dapat mendukung upaya tersebut.
AI Bantu UMKM Mengembangkan Strategi Pemasaran
Untuk menjawab tantangan tersebut, Meta memperkenalkan sejumlah solusi berbasis AI kepada pelaku UKM. Salah satunya adalah Advantage+ yang dapat digunakan untuk mendukung aktivitas pemasaran.
Menurut Berni, Advantage+ dapat membantu pelaku usaha dalam menentukan strategi pemasaran. Teknologi tersebut juga dapat mendukung pengembangan konten visual dan penulisan copywriting.
Kemampuan tersebut dapat membantu pelaku UMKM mempercepat proses produksi materi pemasaran. Pelaku usaha dapat memanfaatkan teknologi sebagai alat bantu dalam menyiapkan komunikasi yang sesuai dengan target audiens.
Pemanfaatan AI juga dapat membantu bisnis mengeksplorasi berbagai pendekatan pemasaran. Namun, pelaku usaha tetap perlu menentukan tujuan kampanye dan memastikan materi yang digunakan sesuai dengan identitas produknya.
AI Bantu Sesuaikan Konten untuk Pasar Ekspor
Perbedaan bahasa menjadi salah satu tantangan ketika UMKM mulai menyasar konsumen internasional. Meta memperkenalkan penggunaan AI untuk membantu proses penerjemahan caption ke bahasa negara tujuan.
Kemampuan menerjemahkan materi pemasaran dapat membantu pelaku usaha menyesuaikan komunikasi dengan calon konsumen. Hal tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas eksposur produk melalui kanal digital.
Selain bahasa, pelaku usaha tetap perlu memahami karakteristik pasar tujuan. Preferensi konsumen, daya beli, regulasi, metode pembayaran, logistik, dan standar produk dapat berbeda antara satu negara dan negara lainnya.
Karena itu, AI dapat berfungsi sebagai alat pendukung pemasaran. Kesiapan ekspor tetap membutuhkan pemahaman bisnis dan kepatuhan terhadap ketentuan perdagangan internasional.
Meta Perkenalkan AI sebagai Asisten Layanan Pelanggan
Selain Advantage+, Meta memperkenalkan Meta Business Agent sebagai salah satu solusi AI bagi pelaku UKM.
Berni mengatakan solusi tersebut dapat berfungsi sebagai asisten bagi pelaku usaha dalam merespons calon pembeli. Layanan tersebut dirancang untuk membantu memberikan respons selama 24 jam dalam tujuh hari.
“Dan solusi selanjutnya adalah Meta Business Agent yang dapat menjadi asisten UKM untuk merespons calon pembeli 24 jam selama 7 hari,” ucap Berni.
Kehadiran asisten berbasis AI dapat membantu bisnis merespons pertanyaan pelanggan secara lebih cepat. Bagi UMKM dengan sumber daya terbatas, kemampuan tersebut dapat membantu mengelola interaksi dengan calon pembeli.
Namun, penggunaan AI tetap perlu disertai pengawasan manusia. Pelaku usaha perlu memastikan informasi mengenai produk, harga, ketersediaan, pengiriman, dan ketentuan transaksi tetap akurat.
Program Dorong UMKM Lebih Siap Masuk Pasar Global
Program Gapai Pasar Global dengan AI menggabungkan keterampilan teknologi, pemasaran digital, dan kesiapan ekspor. Pendekatan tersebut penting karena ekspansi pasar membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan membuat konten.
UMKM juga perlu memahami cara menemukan konsumen potensial dan membangun komunikasi yang relevan. Setelah mendapatkan perhatian konsumen, pelaku usaha perlu memastikan produk, layanan, serta proses transaksi mampu memenuhi ekspektasi pasar.
Kolaborasi dengan Kementerian Perdagangan memberikan konteks tambahan mengenai kesiapan ekspor. Pelaku usaha dapat memperoleh pemahaman mengenai aspek perdagangan yang perlu diperhatikan ketika memasuki pasar internasional.
Sementara itu, pemanfaatan AI dapat membantu mempercepat sejumlah pekerjaan pemasaran. Teknologi dapat digunakan untuk menghasilkan ide, mengembangkan materi komunikasi, membantu penerjemahan, dan mendukung interaksi dengan calon pelanggan.
AI Jadi Alat Pendukung Daya Saing UMKM
Dorongan Meta menunjukkan semakin pentingnya kemampuan digital bagi UMKM yang ingin memperluas pasar. Persaingan tidak hanya terjadi pada kualitas produk, tetapi juga pada kemampuan bisnis membuat produknya mudah ditemukan.
Tantangan discoverability menjadi semakin relevan ketika pelaku usaha menyasar konsumen di luar pasar domestik. Produk yang berkualitas tetap membutuhkan strategi distribusi informasi agar dapat ditemukan oleh audiens yang tepat.
Pemanfaatan AI dapat membantu menjawab sebagian tantangan tersebut. Namun, teknologi bukan pengganti strategi bisnis, pemahaman pasar, dan kualitas produk.
Ke depan, kemampuan menggabungkan AI, pemasaran digital, dan kesiapan ekspor akan menjadi modal penting bagi UMKM yang ingin berkembang secara internasional. Program seperti Gapai Pasar Global dengan AI dapat menjadi salah satu sarana untuk memperkuat kompetensi tersebut.
Bagi UMKM Indonesia, peluang menuju pasar global akan semakin terbuka jika kemampuan digital berjalan bersama kesiapan bisnis. Dengan strategi yang tepat, teknologi AI dapat membantu meningkatkan visibilitas produk sekaligus mendukung pelaku usaha membangun hubungan dengan konsumen di pasar yang lebih luas.
Baca Juga “Mendag Ungkap 60% Produk di Ritel Modern Berasal dari UMKM dan Lokal“