TERCABAIKAN BANGUN BISNIS BASO ACI MODERN DENGAN DUKUNGAN BRI
Perjalanan usaha kuliner Tercabaikan menunjukkan bagaimana ide sederhana dari rumah dapat berkembang menjadi bisnis yang lebih terstruktur dan modern. Berbasis di Bandung, usaha ini mengolah makanan berbahan tepung aci menjadi produk yang relevan dengan selera masa kini. Pertumbuhan tersebut tidak lepas dari strategi inovasi serta dukungan program pemberdayaan UMKM dari Bank Rakyat Indonesia.
baca juga”Yummy Craft Kembangkan Kriya Kuliner dengan Dukungan BRI“
BERAWAL DARI EKSPERIMEN DAPUR HINGGA JADI PRODUK KOMERSIAL
Pemilik Tercabaikan, Inggra DP, memulai usahanya dari percobaan sederhana di rumah. Ketertarikannya muncul setelah melihat tingginya minat masyarakat terhadap baso aci saat berkunjung ke Garut. Ia kemudian mencoba meracik versi sendiri dengan menyesuaikan rasa dan komposisi bahan.
Hasil percobaan tersebut awalnya hanya dibagikan kepada keluarga. Namun, tanggapan positif membuatnya semakin yakin untuk mengembangkan produk secara lebih serius. Momen penting terjadi ketika ia menyajikan baso aci buatannya dalam acara keluarga, yang kemudian memicu permintaan dari lingkungan sekitar.
Dari situ, model penjualan berbasis pre-order mulai terbentuk. Pendekatan ini membantu menjaga kualitas produk sekaligus mengontrol kapasitas produksi di tahap awal.
STRATEGI INOVASI MENU UNTUK MENJANGKAU PASAR LEBIH LUAS
Seiring meningkatnya permintaan, Tercabaikan tidak hanya mengandalkan satu jenis menu. Usaha ini memperluas variasi produk dengan menghadirkan beragam olahan berbasis aci serta makanan khas lainnya.
Pengembangan dilakukan pada dua aspek utama, yaitu rasa dan penyajian. Tercabaikan menawarkan pilihan kuah yang beragam serta tambahan topping yang disesuaikan dengan preferensi konsumen. Beberapa menu bahkan menggabungkan cita rasa tradisional dengan elemen modern untuk menciptakan pengalaman baru bagi pelanggan.
Strategi ini terbukti efektif dalam menarik perhatian pasar, terutama kalangan muda yang cenderung mencari variasi dan keunikan dalam kuliner.
PEMANFAATAN DIGITAL JADI KUNCI PERTUMBUHAN
Dalam proses pengembangan usaha, Inggra mulai mengadopsi berbagai kanal digital untuk memperluas jangkauan pasar. Ia memanfaatkan media sosial, platform marketplace, hingga layanan pesan instan untuk mempermudah interaksi dengan pelanggan.
Langkah digitalisasi ini tidak hanya meningkatkan penjualan, tetapi juga membantu membangun identitas merek. Konsistensi dalam komunikasi dan promosi membuat Tercabaikan semakin dikenal di pasar lokal.
Selain itu, penggunaan teknologi memungkinkan efisiensi operasional, terutama dalam pengelolaan pesanan dan distribusi produk.
PERAN LINKUMKM BRI DALAM PENGUATAN KAPASITAS USAHA
Untuk meningkatkan kemampuan bisnis, Inggra mengikuti berbagai pelatihan melalui platform LinkUMKM yang disediakan oleh BRI. Program ini memberikan akses pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan pelaku usaha, mulai dari pemasaran hingga pemanfaatan teknologi terbaru.
Ia mengaku pelatihan tersebut membantu memperluas wawasan serta memberikan panduan praktis dalam mengelola usaha secara lebih profesional. Materi yang diberikan juga terus diperbarui agar sesuai dengan perkembangan tren bisnis.
Secara umum, LinkUMKM telah dimanfaatkan oleh jutaan pelaku usaha di Indonesia sebagai sarana peningkatan kapasitas. Kehadiran fitur pembelajaran, komunitas, dan akses pasar menjadikan platform ini sebagai ekosistem pendukung UMKM yang cukup komprehensif.
DUKUNGAN EKOSISTEM PERCEPAT UMKM NAIK KELAS
BRI melalui berbagai inisiatifnya mendorong pelaku UMKM untuk terus berkembang dan beradaptasi dengan perubahan. Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada pembiayaan, tetapi juga pada penguatan kompetensi dan jejaring bisnis.
Dengan akses terhadap pelatihan dan komunitas, pelaku usaha dapat saling berbagi pengalaman serta membuka peluang kolaborasi. Hal ini menjadi faktor penting dalam menciptakan pertumbuhan usaha yang berkelanjutan.
Bagi Tercabaikan, dukungan tersebut menjadi salah satu fondasi dalam memperkuat struktur bisnis dan meningkatkan daya saing di pasar.
PENUTUP: INOVASI DAN PEMBELAJARAN JADI KUNCI KEBERLANJUTAN
Kisah Tercabaikan menggambarkan bahwa usaha kecil dapat berkembang menjadi bisnis modern melalui kombinasi inovasi, adaptasi teknologi, dan kemauan untuk terus belajar. Transformasi dari skala rumahan ke bisnis yang lebih luas membutuhkan proses, strategi, serta dukungan ekosistem yang tepat.
Ke depan, peluang UMKM di sektor kuliner masih terbuka lebar. Dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia dan terus mengikuti perkembangan pasar, pelaku usaha memiliki kesempatan besar untuk memperluas bisnis sekaligus berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi.
baca juga”Lebaran 2026, BRI Dukung Kebutuhan Finansial PMI dan Keluarga lewat Layanan Remitansi“