Agustina Ajak GP Ansor Perkuat Ketahanan Pangan dan UMKM

Agustina Dorong GP Ansor Perkuat Ketahanan Pangan dan UMKM

Dalam kegiatan tersebut, GP Ansor juga meluncurkan Mobil Siaga Ambulans Ansor. Organisasi tersebut turut menyerahkan 14 gerobak usaha kepada kader melalui program pemberdayaan ekonomi Ansorpreneurship.

Baca Juga “2.900 UMKM di Gayo Lues Lolos Verifikasi, Berpeluang Terima Bantuan Presiden Rp3 Juta“

Agustina berharap berbagai program organisasi kemasyarakatan dapat berjalan selaras dengan agenda pembangunan daerah. Menurutnya, kolaborasi dapat memperluas manfaat program bagi masyarakat Kota Semarang.

Pemkot Semarang Buka Ruang Kolaborasi dengan GP Ansor

Agustina mengatakan organisasi kemasyarakatan memiliki peluang untuk berkontribusi dalam pemberdayaan warga. Program yang telah dijalankan GP Ansor dinilai dapat dikembangkan bersama pemerintah daerah.

Salah satu bentuknya adalah program bantuan gerobak usaha bagi kader. Program tersebut dapat mendukung upaya penguatan kemandirian ekonomi sekaligus membuka ruang bagi kader untuk mengembangkan kegiatan usaha.

“Keberadaan berbagai organisasi yang ada di Kota Semarang kita harapkan dapat dikolaborasikan dengan program Pemerintah Kota Semarang untuk bersama-sama memajukan warga Kota Semarang,” ujar Agustina.

Pemkot Semarang menyatakan kesiapan untuk melanjutkan kolaborasi dengan GP Ansor selama masa kepengurusan 2026–2030. Kerja sama tersebut diarahkan pada program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

GP Ansor Kembangkan Program Ketahanan Pangan

Ketua GP Ansor Kota Semarang periode 2026–2030, Arif Rahman, mengatakan organisasinya telah menjalankan sejumlah kegiatan ketahanan pangan. Program tersebut mencakup sektor pertanian dan perikanan.

GP Ansor sebelumnya menggelar panen raya jagung di Kecamatan Mijen. Organisasi tersebut juga menebarkan sekitar 40.000 benih ikan nila di kolam Sumurejo, Kecamatan Gunungpati.

Menurut Arif, program ketahanan pangan perlu dikembangkan melewati tahap produksi. Hasil pertanian dan perikanan juga perlu mendapatkan sentuhan pengolahan agar memiliki nilai ekonomi yang lebih besar.

Arif mengatakan GP Ansor akan menindaklanjuti arahan tersebut melalui pengembangan inovasi pascapanen. Tahapan berikutnya mencakup pengolahan hasil produksi dan pemasaran.

“Yang diharapkan Bu Wali tidak hanya cukup penanaman, panen, selesai, tetapi bagaimana GP Ansor membuat inovasi pascapanen, produksi, pemasaran, dan lain sebagainya supaya perputaran ini bisa berjalan dengan baik,” ujar Arif.

Gerobak UMKM Dorong Kemandirian Ekonomi Kader

Selain ketahanan pangan, GP Ansor Kota Semarang menempatkan pemberdayaan ekonomi kader sebagai salah satu program organisasi. Sebanyak 14 gerobak UMKM diserahkan kepada kader dalam rangkaian kegiatan pelantikan.

Program tersebut ditujukan untuk membantu kader mengembangkan usaha secara mandiri. Dukungan sarana usaha juga diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat kemandirian ekonomi anggota.

Penguatan UMKM menjadi relevan dengan agenda kolaborasi yang disampaikan Agustina. Pemerintah daerah dan organisasi masyarakat dapat mengembangkan program pemberdayaan berdasarkan kebutuhan pelaku usaha di tingkat lokal.

Kolaborasi juga dapat diarahkan tidak hanya pada penyediaan sarana usaha. Pendampingan pengelolaan bisnis, pengolahan produk, pemasaran, dan pemanfaatan kanal digital dapat menjadi tahapan lanjutan untuk memperkuat usaha kader.

Pengolahan dan Pemasaran Jadi Tahap Berikutnya

Arif menilai kegiatan ketahanan pangan yang telah berjalan perlu membentuk rantai ekonomi yang lebih lengkap. Produksi menjadi tahap awal yang perlu dilanjutkan dengan pengolahan dan pemasaran.

Pendekatan tersebut dapat memberikan nilai tambah terhadap hasil pertanian dan perikanan. Produk yang telah diolah juga memiliki peluang untuk dipasarkan melalui saluran yang lebih beragam.

GP Ansor akan mengembangkan inovasi pascapanen sebagai bagian dari rencana tersebut. Organisasi juga akan memperkuat sisi pemasaran agar hasil produksi dapat mendukung perputaran ekonomi masyarakat.

Langkah tersebut sekaligus memperluas cakupan program ketahanan pangan. Program tidak hanya berorientasi pada ketersediaan hasil produksi, tetapi juga pada kemampuan mengelola hasil hingga mencapai konsumen.

Kolaborasi Diharapkan Berlanjut hingga 2030

Pelantikan pengurus baru GP Ansor Kota Semarang periode 2026–2030 menjadi momentum untuk memperkuat program pemberdayaan masyarakat. Pemerintah Kota Semarang dan GP Ansor sama-sama membuka ruang kerja sama dalam sejumlah agenda yang berkaitan dengan kebutuhan warga.

Dari sisi ketahanan pangan, program yang telah berjalan dapat dikembangkan melalui pengolahan dan pemasaran. Sementara dari sisi UMKM, bantuan sarana usaha dapat dilanjutkan dengan pendampingan agar kader mampu mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.

Kolaborasi tersebut akan menentukan bagaimana program organisasi dapat terhubung dengan kebutuhan pembangunan daerah. Bagi masyarakat, keberlanjutan program menjadi faktor penting agar kegiatan ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi menghasilkan manfaat dalam jangka panjang.

Baca Juga “Dari Etalase Kriyanusa ke Pasar yang Lebih Luas bagi UMKM Bogor“

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *