UMKM Binaan Pertamina Dumai Raup Omzet Rp45 Juta di Semarak Merdeka
Pengembangan UMKM di daerah tidak cukup hanya dengan meningkatkan kemampuan produksi. Pelaku usaha juga membutuhkan kesempatan untuk bertemu konsumen dan memperkenalkan produknya secara langsung.
Hal tersebut dilakukan Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai dengan membawa sejumlah UMKM binaan ke berbagai kegiatan promosi. Salah satunya melalui Semarak Merdeka Kota Dumai yang berlangsung selama sebulan di Taman Gelanggang, Dumai, Riau.
Baca Juga “Kementerian UMKM Siapkan 14 Ribu KPM Naik Kelas Lewat Pemberdayaan Usaha“
Kegiatan tersebut berlangsung pada 14 Agustus hingga 14 September 2026. Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai berkolaborasi dengan Rumah BUMN Dumai untuk menghadirkan produk usaha lokal dalam kegiatan tersebut.
Produk UMKM Lokal Menjangkau Konsumen di Dumai
Berbagai produk hasil usaha masyarakat mendapat ruang untuk dipasarkan selama acara berlangsung. Ragamnya mencakup makanan ringan, makanan siap saji, hasil olahan perikanan, hingga produk kerajinan.
UMKM JELITA menjadi salah satu peserta yang membawa produk unggulannya. Kelompok tersebut mengusung nama Jajanan Enak, Lestari, Inovatif, Tinggi Asupan dalam pengembangan usahanya.
Selain JELITA, pengunjung dapat menemukan produk Fantasy Dimsum, keripik ikan patin, Dodol Rosnah, dan Batik Amewa. Produk lainnya yang menjadi bagian dari kegiatan juga menunjukkan keragaman potensi usaha masyarakat setempat.
Kehadiran UMKM dalam kegiatan seperti ini memberikan pengalaman pemasaran secara langsung. Pelaku usaha dapat mengetahui produk yang paling menarik perhatian pembeli berdasarkan interaksi selama acara.
Pameran juga membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan merek kepada konsumen yang sebelumnya belum mengenal produk mereka. Hubungan dengan pelanggan dan pelaku usaha lain dapat menjadi modal untuk mengembangkan jaringan setelah kegiatan berakhir.
Penjualan Selama Pameran Capai Rp45 Juta
Partisipasi UMKM binaan dalam Semarak Merdeka Kota Dumai memberikan hasil ekonomi secara langsung. Selama kegiatan berlangsung, kelompok UMKM mitra Rumah BUMN Dumai dan Pertamina Patra Niaga mencatat omzet sekitar Rp45 juta.
Pencapaian tersebut berasal dari transaksi produk UMKM yang dipasarkan selama penyelenggaraan kegiatan. Nilai tersebut sekaligus menunjukkan adanya aktivitas ekonomi yang tercipta melalui ruang promosi bagi usaha lokal.
Bagi pelaku usaha kecil, kegiatan pemasaran secara langsung dapat menjadi sarana untuk menguji penerimaan konsumen. Masukan pembeli juga dapat digunakan sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki produk, kemasan, maupun strategi penjualan.
Dengan pola tersebut, pameran tidak hanya menjadi tempat transaksi. Kegiatan semacam ini dapat menjadi bagian dari proses pengembangan usaha karena mempertemukan produk lokal dengan calon konsumen secara langsung.
Pertamina Perkuat Pendampingan Pelaku Usaha
Area Manager Communications, Relations, & CSR PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai, Tengku Muhammad Rum, mengatakan penguatan UMKM membutuhkan dukungan yang dilakukan secara berkesinambungan.
Ia menyebut UMKM mempunyai kontribusi penting terhadap aktivitas ekonomi masyarakat di daerah. Karena itu, Pertamina berupaya memberikan pendampingan sekaligus membuka kesempatan pemasaran bagi pelaku usaha yang menjadi mitra binaan.
Menurut Muhammad Rum, dukungan tersebut dijalankan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan atau TJSL. Pertamina juga menggandeng Rumah BUMN Dumai untuk memperluas bentuk pendampingan kepada pelaku UMKM.
“Melalui pendampingan intensif dan terpadu, kami terus mendorong peningkatan usaha dan kualitas produk sekaligus memfasilitasi ruang promosi untuk memperluas akses pasar,” kata Muhammad Rum.
Ia menambahkan bahwa berbagai kegiatan musiman di Kota Dumai dapat dimanfaatkan sebagai ruang pemasaran bagi UMKM. Kesempatan tersebut diharapkan membantu produk lokal menghadapi persaingan pasar yang semakin dinamis.
UMKM JELITA Lanjut ke SMEXPO Pekanbaru
Program pengembangan pasar bagi UMKM binaan Pertamina tidak berhenti setelah Semarak Merdeka Kota Dumai berakhir. UMKM JELITA dari Kelompok Wirani Rejosari dijadwalkan kembali tampil dalam Pertamina Small Medium Enterprise Expo atau SMEXPO.
Pameran tersebut berlangsung pada 25–27 September 2026 di Living World Pekanbaru. Kegiatan ini menjadi kesempatan berikutnya bagi UMKM binaan Pertamina untuk memperkenalkan produknya kepada pasar yang lebih luas.
SMEXPO juga menjadi bagian dari upaya Pertamina dalam menyediakan ruang promosi dan pemberdayaan bagi UMKM binaannya. Forum tersebut dapat mempertemukan pelaku usaha dengan konsumen sekaligus membuka peluang membangun relasi bisnis.
Keikutsertaan JELITA dalam kegiatan tersebut menjadi kelanjutan dari proses promosi yang telah dilakukan di Dumai. Pengalaman berinteraksi dengan konsumen dapat menjadi bekal bagi pelaku usaha untuk menghadapi pasar dengan jangkauan yang lebih luas.
Penguatan UMKM Berlanjut ke Pasar yang Lebih Luas
Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai menempatkan akses pasar sebagai salah satu bagian dalam pendampingan UMKM. Produk yang dihasilkan masyarakat membutuhkan ruang promosi agar dapat dikenal oleh konsumen di luar lingkungan pemasaran sebelumnya.
Dukungan melalui pameran memberikan kesempatan bagi pelaku usaha untuk mengembangkan pengalaman pemasaran. Pada saat yang sama, UMKM dapat mengukur respons konsumen terhadap produk yang mereka tawarkan.
Keikutsertaan UMKM Dumai dalam berbagai agenda promosi juga dapat memperkuat pengenalan terhadap produk khas daerah. Produk kuliner, olahan perikanan, makanan siap saji, dan kerajinan memiliki peluang untuk dikembangkan sesuai kebutuhan pasar.
Melalui program TJSL, Community Involvement & Development (CID), serta kolaborasi dengan Rumah BUMN Dumai, Pertamina melanjutkan dukungan terhadap proses tersebut. Langkah ini diarahkan untuk membantu UMKM meningkatkan kapasitas usaha dan memperluas jangkauan pemasaran.
Dengan semakin banyaknya ruang promosi, pelaku UMKM Dumai memiliki peluang untuk membangun pasar secara bertahap. Pengembangan tersebut diharapkan turut memperkuat kewirausahaan, industri kreatif, dan aktivitas ekonomi masyarakat di daerah.
Baca Juga “Mengapa Produk UMKM Belum Terserap Maksimal di Pasar“