Airlangga Minta UMKM Rekrut Peserta Magang 6 Bulan

Airlangga Dorong UMKM Manfaatkan Program Magang Nasional

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memanfaatkan program magang nasional yang dijalankan pemerintah.

Program tersebut dinilai dapat membantu UMKM memperoleh sumber daya manusia (SDM) berkualitas. Kehadiran peserta magang juga diharapkan dapat mendukung pengembangan dan peningkatan skala bisnis UMKM.

Baca Juga “Istana Tergetkan Perpres Ojol Berstatus UMKM Terbit Sebelum 17 Agustus“

Airlangga menyampaikan dorongan tersebut dalam acara UMKM Finance Summit, Selasa (11/8/2026). Ia menilai UMKM memiliki peluang untuk memanfaatkan peserta magang yang telah melalui proses seleksi.

Pemerintah Dorong UMKM Menjadi Tempat Magang

Airlangga mengatakan pemerintah saat ini terus mendorong pelaksanaan program magang nasional. Ia meminta pelaku UMKM melihat program tersebut sebagai kesempatan untuk mendapatkan tambahan tenaga kerja berkualitas.

“Sekarang pemerintah mendorong magang bersama. Nah ini juga mungkin UMKM bisa memanfaatkan magang,” kata Airlangga dalam acara UMKM Finance Summit, Selasa (11/8/2026).

Menurut Airlangga, peserta yang masuk dalam program telah melewati proses seleksi. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah mendorong UMKM memanfaatkan keberadaan peserta magang.

Program ini juga dapat memberikan pengalaman kerja kepada peserta. Di sisi lain, UMKM berkesempatan memperoleh dukungan SDM untuk membantu kegiatan operasional dan pengembangan usaha.

Peserta Magang Diseleksi dengan Persaingan Ketat

Airlangga optimistis peserta magang nasional dapat menjadi katalis bagi pertumbuhan bisnis UMKM. Ia menilai kualitas peserta menjadi salah satu faktor yang dapat mendukung manfaat program tersebut.

Berdasarkan penjelasan Airlangga, tingkat persaingan dalam program magang cukup tinggi. Rasio kelolosan saat ini mencapai satu peserta diterima dari setiap tujuh orang pendaftar.

“Harapan saya itu bisa mengakselerate daripada UMKM-UMKM ini. Karena mereka sudah masuk dalam seleksi yang ketat,” ujar Airlangga.

Ia juga menyebut sebagian peserta yang diterima memiliki rekam jejak akademis yang tinggi. Rata-rata indeks prestasi kumulatif (IPK) peserta yang diterima berada pada kisaran 3,6 hingga 3,9.

Masa Magang Berlangsung Selama Enam Bulan

Peserta yang terpilih nantinya akan ditempatkan pada sektor UMKM selama enam bulan. Dalam periode tersebut, peserta dapat memperoleh pengalaman langsung dengan terlibat dalam kegiatan bisnis.

Durasi enam bulan memberikan kesempatan bagi peserta untuk memahami proses kerja secara lebih mendalam. Bagi UMKM, periode tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk mengoptimalkan kontribusi peserta sesuai kebutuhan usaha.

Program magang juga mempertemukan dunia pendidikan dan tenaga kerja dengan sektor usaha. Peserta dapat memperoleh pengalaman praktis, sementara UMKM berpotensi mendapatkan tambahan SDM dengan kompetensi yang sesuai.

Pemerintah Menanggung Gaji Peserta Magang

Salah satu dukungan pemerintah dalam program tersebut adalah pembiayaan gaji peserta magang. Airlangga menyebut pemerintah akan menanggung gaji peserta selama masa magang enam bulan.

Dengan skema tersebut, UMKM yang memenuhi kriteria dapat memperoleh tambahan SDM tanpa harus menanggung gaji peserta secara langsung selama periode program.

“Tentu dipilih UMKM yang mana. Di mana dari situ kita bisa dorong pekerja yang selama enam bulan nanti digaji oleh pemerintah,” pungkas Airlangga.

Meski demikian, tidak seluruh UMKM otomatis dapat mengikuti program tersebut. Pemerintah akan melakukan kurasi terhadap UMKM yang dinilai sesuai untuk menerima manfaat program magang.

Kurasi UMKM Jadi Bagian dari Pelaksanaan Program

Proses kurasi menjadi penting agar penempatan peserta magang sesuai dengan kebutuhan usaha. Pemerintah dapat memastikan UMKM penerima memiliki kapasitas untuk memberikan pengalaman kerja yang relevan kepada peserta.

Bagi UMKM, program ini dapat menjadi kesempatan untuk mengembangkan proses kerja dan meningkatkan produktivitas. Pelaku usaha juga dapat memanfaatkan kompetensi peserta untuk mendukung aktivitas yang membutuhkan keterampilan tertentu.

Dari sisi peserta, pengalaman selama enam bulan dapat menjadi bekal untuk memasuki dunia kerja. Mereka juga berkesempatan memahami tantangan bisnis secara langsung melalui pengalaman di sektor UMKM.

Program Magang Diharapkan Mendorong Skala Bisnis UMKM

Dorongan Airlangga menunjukkan bahwa program magang nasional tidak hanya diarahkan untuk memberikan pengalaman kerja kepada peserta. Pemerintah juga melihat potensi program tersebut untuk memperkuat kapasitas UMKM.

Penempatan SDM berkualitas dapat membantu UMKM menjalankan berbagai aktivitas bisnis secara lebih efektif. Namun, keberhasilan program tetap bergantung pada kesesuaian antara kompetensi peserta dan kebutuhan masing-masing UMKM.

Ke depan, proses seleksi peserta dan kurasi UMKM menjadi faktor penting dalam memastikan program berjalan tepat sasaran. Kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha juga diperlukan agar pengalaman magang memberikan manfaat bagi kedua pihak.

Jika pelaksanaannya berjalan optimal, program magang selama enam bulan dapat menjadi sarana bagi UMKM untuk memperoleh dukungan SDM sekaligus membantu peserta membangun pengalaman profesional.

Baca Juga “Ojol Jadi UMKM, Aplikator Tetap Wajib Beri Bonus Hari Raya“

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *